You dont have javascript enabled! Please enable it! Banjir Sangatta, BPBD Ingatkan Waspadai Intaian Predator - Sangattaku

Banjir Sangatta, BPBD Ingatkan Waspadai Intaian Predator

Sabtu, 19 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangattaku , waspadai intain predator. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Timur, memang sudah terkenal memiliki habitat predator jenis buaya. Bukan sekali perseteruan buaya versus manusia terjadi di kota berjuluk Bumi Etam ini.

Pun kasus buaya yang memasuki pemukiman warga, bukanlah menjadi hal baru. Tak terhitung berapa kali warga mendapati ‘nenek' (sebutan warga lokal untuk buaya) tengah asik berkeliaran di sekira pemukiman. Hal tersebut bukanlah sebuah bahaya yang berarti bagi warga.

Kendati demikian, beda halnya jika sang buaya memasuki pemukiman di tengah keadaan seperti saat ini. Banjir yang kini tengah melanda sebagian besar wilayah di Sangatta, sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Di kecamatan Sangatta Selatan, hampir seluruh desa dan kelurahan, terdampak banjir yang terbilang cukup parah dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Tak hanya Kecamatan Sangatta Selatan, Kecamatan pun tak luput dari banjir. Di beberapa titik di Sangatta Utara, ketinggian air bahkana da yang telah mencapai atap rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah () Kutai Timur pun sudah menurunkan seluruh kekuatan yang dimiliki. Beserta Basarnas, Tagana, TNI-Polri dan para relawan pun telah semaksimal mungkin melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir. Tim pun telah mendirikan posko-posko darurat dan dapur umum.

Warga Mendapati Predator Tengah Asik Berenang di Area Banjir

Namun, jika sudah menyangkut banjir di Kutai Timur, bahaya lain yang harus diwaspadai adalah intaian predator. Bantaran sungai yang membelah dua kecamatan, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, merupakan habitat asli predator berdarah dingin. Selain itu, banyak wilayah yang masih terdiri dari rawa-rawa. Sehingga, [populasi buaya di Kutai Timur, terbilang masih sangat banyak.

Baca Juga  Wakil Bupati Kutai Timur Tinjau Jalan Penghubung Pelabuhan

yang terjadi, tentu sangat memungkinkan, predator-predator tersebut berenang ke area pemukiman warga yang terdampak banjir. Seperti siang ini, Sabtu (19/03/2022). Seekor buaya, asyik berenang di area Rumah Sakit Pupuk (RSPKT) Prima Sangatta yang juga terdampak banjir.

Banjir Sangatta, BPBD Ingatkan Waspadai Intaian Predator
Tampak seekor binatang amfibi yang di duga buaya tengah berenang di halaman RSPKT Prima Sangatta (19/03/2022).(foto: Istimewa)

Dodi, salah warga Sangatta menyebutkan, buaya berukuran tersebut berenang berkeliling di halaman RSPKT Prima. “Tadi ada buaya muncul di halaman RSPKT, berenang berkeliling di situ,” tuturnya.

“Makanya, warga jadi takut-takut beraktifitas di genangan banjir saat ini,” imbuh Dodi.

BPBD Kutai Timur Akui Telah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kutai Timur, mengaku telah melakukan himbauan. “Saat ini, BPBD beserta basarnas, TNI-Polri dan dibantu oleh Tagana serta relawan sudah melakukan evakuasi. Kami juga telah mendirikan posko-posko darurat serta beberapa dapur umum,” paparnya.

“Mohon, untuk warga, agar bisa lebih waspada dan berhati-hati adanya hewan buas. Kalau ada yang melihat buaya disekitar rumahnya, segera menjauh dan melapor. Selain itu kami juga menghimbau, untuk memperhatikan arus listrik, khususnya untuk rumah-rumah yang sudah tergenang air,” lanjut Awang Nanta.

Banjir Sangatta, BPBD Ingatkan Waspadai Intaian Predator
Tampak Anggota BPBD dibantu relawan tengah melakukan evakuasi salah satu warga terdampak banjir (19/03/2022).(foto: Istimewa)

Awang Nanta pun memohon maaf, apabila masih ada warga yang belum terjangkau proses evakuasi. Awang Nanta mengaku, saat ini BPBD telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, baik tenaga maupun peralatan.

“Karena segala keterbatasan yang ada, dan juga mengingat titik banjir yang hampir di seluruh wilayah Sangatta, kami mohon maaf bilamana masih ada warga yang belum terjangkau proses evakuasi,” tutur Awang Nanta.

“Kami berharap, masyarakat bisa bersabar, dan pastinya juga tabah dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.(*/ bl)

Berita Terkait

Kyai Tega Cabuli 5 Santriwati dan 2 Pegawai
Polres Kutai Timur Ungkap Pemerasan Bermodus Love Scamming, 2 Tersangka Diamankan, Korban Capai 76 Orang
Awali Masa Sidang ke-III, Pemkab Kutim Sodorkan Nota Penjelasan Raperda Tentang Pencegahan Kebakaran
Ardiansyah Sulaiman Mendaftar ke Partai Nasdem Kutai Timur, Siap Menyambut Kolaborasi dan Membangun Daerah Lebih Baik
Kunjungi Korban Kebakaran Bengalon, Arfan Siapkan Sejumlah Bantuan
58 Remaja Terjaring Razia Aksi Balap Liar di Kutai Timur, Polisi Sita Motor dan Copot Knalpot Brong
Jago Merah Kembali Beraksi Di Kawasan Kabo Jaya
Rekapitulasi Hasil Pileg DPRD Kabupaten Dapil Kutai Timur I Berujung Ricuh

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 16:57 WITA

Kyai Tega Cabuli 5 Santriwati dan 2 Pegawai

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:05 WITA

Polres Kutai Timur Ungkap Pemerasan Bermodus Love Scamming, 2 Tersangka Diamankan, Korban Capai 76 Orang

Senin, 13 Mei 2024 - 19:52 WITA

Awali Masa Sidang ke-III, Pemkab Kutim Sodorkan Nota Penjelasan Raperda Tentang Pencegahan Kebakaran

Kamis, 2 Mei 2024 - 20:36 WITA

Ardiansyah Sulaiman Mendaftar ke Partai Nasdem Kutai Timur, Siap Menyambut Kolaborasi dan Membangun Daerah Lebih Baik

Rabu, 27 Maret 2024 - 19:44 WITA

Kunjungi Korban Kebakaran Bengalon, Arfan Siapkan Sejumlah Bantuan

Senin, 18 Maret 2024 - 19:35 WITA

58 Remaja Terjaring Razia Aksi Balap Liar di Kutai Timur, Polisi Sita Motor dan Copot Knalpot Brong

Sabtu, 2 Maret 2024 - 20:18 WITA

Jago Merah Kembali Beraksi Di Kawasan Kabo Jaya

Selasa, 27 Februari 2024 - 16:31 WITA

Rekapitulasi Hasil Pileg DPRD Kabupaten Dapil Kutai Timur I Berujung Ricuh

Berita Terbaru

Berita

Kyai Tega Cabuli 5 Santriwati dan 2 Pegawai

Rabu, 12 Jun 2024 - 16:57 WITA

Maaf, Klik Kanan Tidak Diperkenankan Pada Laman Ini
Maaf, Text Pada Laman Ini Tidak Dapat Diseleksi
Sorry this site is not allow cut.
Maaf, Tidak Diizinkan Mencopy Isi Laman Ini
Sorry this site is not allow paste.
Sorry this site is not allow to inspect element.
Sorry this site is not allow to view source.

Maaf, Anda tidak diizinkan untuk mengcopy teks atau artikel ini