Sangattaku

Faizal Rachman Dorong Pemkab Usulkan Anggaran BTT APBD-P Kutim 2022 Untuk Pemulihan Pasca Banjir

Sangattaku.com –  Faizal Rachman Dorong Pemkab Usulkan Anggaran BTT APBD-P 2022 Untuk Pemulihan Pasca Banjir. Anggaran BTT pada APBD-Perubahan tahun 2022 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar 706,6 persen dari alokasi APBD Murni 2022, yakni menjadi Rp121 miliar dari semula Rp15 miliar. Kenaikan itu bahkan sudah masuk dalam dokumen pelaksanaan anggaran, seperti dikatakan Anggota DPRD , Faizal Rachman, Senin (7/11/2022).

Kendati demikian, Faizal mengakui kebijakan kenaikan angka BTT didasari dengan Permendagri Nomor 27/2021 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022. Tak hanya itu, dikatakan Faizal, hal ini juga sudah tersesuaikan dengan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 910/4350/SJ Tahun 2021, tentang Kebijakan Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022.

Penanganan Pasca Banjir, Faizal Dorong Pempkab Gunakan BTT-APBD Perubahan
Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Faizal Rachman.(/ist)

Tak sebatas itu saja, Faizal kembali menjelaskan bahwa alokasi BTT yang cukup besar tersebut jug amenjadi bagian Laporan Keuangan (LK) atau Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Pemkab dalam meraih
opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), harus menyiapkan anggaran tersebut.

Berkaitan dengan penyerapan anggaran yang didasari adanya kenaikan signifikan pada porsi BTT APBD-Perubahan 2022, Faizal Rachman mendorong eksekutif menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk pemulihan pasca banjir. Sebelumnya Faizal juga menjelaskan, terkait angka BTT, disebutkan sekitar 5-10 persen dari APBD. Anggaran itu sebagai persiapan untuk menangani situasi darurat, apabila peristiwa yang tidak diinginkan terjadi dikemudian hari, maka anggaran tersebut dapat menjadi penopang.

Kendati dirinya telah menyarankan pemkab mengalokasikan anggaran tersebut untuk pemulihan pasca banjir, Faizal sepenuhnya memahami hal tersebut harus terlebih dahulu dikonsultasikan kepada aparat penegak hukum. Hal itu dikatakan Faizal, agar tidak muncul masalah di kemudian hari terkait penggunaan anggaran.

Baca Juga  Turnamen Volley PBVSI Kutim Cup Kembali Bergulir

“Kalau bisa anggaran itu jangan jadi Silpa, kalau DPRD sudah mengambil kebijakan harapannya itu bisa diserap,” papar Politisi PDI Perjuangan itu.

“Kalau penanganan pasca banjir kemarin itu bisa diambil, anggarannya kan sudah ada ini, tinggal kita konsultasikan apa anggaran itu bisa kita gunakan untuk itu,” lanjut Faizal mengakhiri.(*/bl)

No tags for this post.