Pemusatan Latihan, Langkah Percasi Kutim Hadapi Porprov VII Kaltim 2022

Rabu, 9 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangattaku.com – Pemusatan Latihan, Langkah Percasi Kutim Hadapi Porprov VII Kaltim 2022. Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Cabang Kutai Timur adakan pemusatan latihan di Jalan Assa’diyah Kecamatan Sangatta Utara, hal tersebut dilakukan guna mematangkan persiapan catur Kutim untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (Porprov) VII Kalimantan Timur (Kaltim) 2022, yang akan dilaksanakan pada 26 Desember mendatang di Kabupaten Berau.

Sebanyak sebelas atlet catur Kutim menempati ruangan tersebut, mereka saling mengasah kepaiawaiannya dalam mengolah strategi bermain catur. Mereka melakukan latihan rutin sekitar 10 jam di pemusatan latihan tersebut, yakni dimulai dari jam 07:00 WITA hingga 17:30 WITA. Para atlet catur ini tidak hanya disiapkan untuk kejuaraan Porprov VII di Berau, namun juga disiapkan untuk open turnamen dan sejenisnya.

Manajer Percasi Kutim Ahmad Witro mengatakan, selain diperuntukkan untuk pemusatan latihan Sekolah Catur Kutai Timur, melalui pemusatan latihan tersebut Percasi Kutim juga menyiapkan SDM yang nantinya mampu menghantarkan Kutim untuk tampil di berbagai turnamen, baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

Pemusatan Latihan, Langkah Percasi Kutim Hadapi Porprov VII Kaltim 2022 1
Tampak atlit binaan Percasi Kutim sedang berlatih.(foto:/istimewa)

Sementara itu Percasi menyiapkan 11 atlet catur untuk Porprov VII 2022 di Berau, selain itu ada 2 official dan 2 pelatih. Dan ada yang spesial di cabor Percasi, yaitu Jumansyah yang akan mengikuti kelas khusus veteran.

“Dukung serta doakan kami agar pemusatan latihan dan pembinaan usia dini dapat terus dilakukan, karena kedepan beberapa sekolah akan kami lakukan kerjasama, terkhusus dalam hal peningkatan kemampuan dalam mengasah strategi,” ucap Witro.

“Selaras dengan slogan olahraga catur, yaitu Gens Una Sumus atau kita satu keluarga, menjadi rumah bagi beragam aspirasi dan arus pemikiran, dan tentunya juga rumah bagi pengembangan dunia olahraga tanah air,” imbuhnya.

Baca Juga  Ery Mulyadi: SDM, Proses, Teknologi, Trinitas Guna Wujudkan Keberhasilan e-Government di Kutai Timur

Sebagai tambahan informasi, kata-kata dari bahasa latin Gens Una Sumus (kita satu keluarga) ini dapat dimaknai bahwa catur bisa dipakai sebagai alat persahabatan, perdamaian serta sebagai alat pemersatu.(*/yr)

828Dibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru