Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Inovasi berjudul “Cap Jempol Stop Stunting” yang digagas oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi Bahrun, berhasil menarik perhatian juri nasional. Proyek perubahan ini sukses mengantarkan Junaidi meraih peringkat kedua terbaik dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2025.

Program ini secara spesifik berfokus pada percepatan penurunan angka stunting. Keunggulan utamanya terletak pada kolaborasi yang erat antar stakeholder terkait dan metode penanganan keluarga berisiko stunting yang sangat terukur, yakni melalui pemanfaatan data by name by address.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya sekadar pencapaian akademik dalam pelatihan, tetapi memiliki potensi implementasi yang luas dan mendalam bagi masyarakat. Ardiansyah secara khusus berharap agar “Cap Jempol Stop Stunting” dapat diangkat menjadi percontohan atau pilot project di tingkat nasional.

“Inovasi ini bisa menjadi contoh baik di tingkat nasional dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Ardiansyah Sulaiman saat diwawancarai insan pers di ruang kerjanya, Kantor Bupati Kutim, pada Senin, 1 Desember 2025.

Metode yang digunakan dalam inovasi ini dinilai efektif karena menyasar langsung sasaran berdasarkan data valid dan terperinci. Dengan adanya data by name by address, intervensi terhadap keluarga yang berisiko stunting dapat dilakukan secara tepat, efisien, dan termonitor secara berkelanjutan. Hal ini menjawab tantangan utama dalam program penurunan stunting, yaitu memastikan bantuan dan intervensi mencapai target yang paling membutuhkan.

Keberhasilan Achmad Junaidi mengungguli puluhan peserta dari berbagai kementerian, provinsi, dan kabupaten atau kota di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa gagasan yang lahir di Kutim memiliki daya saing dan relevansi tinggi terhadap isu-isu pembangunan nasional, khususnya kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga  Hadir di Versi 2023, 145 Operator Dapodik Ikuti Bimtek

Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan terus mendukung implementasi inovasi ini di lapangan, memastikan program ini berjalan maksimal dan benar-benar memberikan manfaat nyata dalam upaya mewujudkan Kutim bebas stunting. Dukungan penuh ini diharapkan memperkuat dasar bagi inovasi tersebut untuk benar-benar dipertimbangkan sebagai model nasional, mengingat stunting merupakan prioritas utama pemerintah pusat saat ini. (adv/Diskominfo Kutim)

1.1kDibaca

Berita Terkait

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus
Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur
Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen
Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar
BPBD Kutai Timur Ingatkan Titik Hotspot Tak Bisa Langsung Disebut Karhutla
Cegah Karhutla, PT Dewata Sawit Nusantara Perkuat Patroli Bersama Masyarakat dan Aparat Keamanan
Pengembang Diminta Segera Serahkan Aset PSU, Agar Perbaikan Infrastruktur Perumahan Bisa Dilakukan
Pemkab Kutim Fokus Susun FS Jembatan Timbang, Tiga Lokasi Dinilai Layak

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WITA

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 September 2026 - 09:21 WITA

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 September 2026 - 09:11 WITA

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 08:44 WITA

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Selasa, 15 September 2026 - 20:33 WITA

Cegah Karhutla, PT Dewata Sawit Nusantara Perkuat Patroli Bersama Masyarakat dan Aparat Keamanan

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:48 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:11 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:44 WITA