BPBD Kutai Timur Ingatkan Titik Hotspot Tak Bisa Langsung Disebut Karhutla

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Kemunculan sejumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Kutai Timur belum dapat langsung dikategorikan sebagai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur menyebut diperlukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi di balik setiap titik yang terdeteksi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, menjelaskan tingginya paparan matahari dalam kondisi cuaca panas dapat membuat sejumlah objek terbaca sebagai titik panas, meski tidak sedang mengalami kebakaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim. (Meika/ sgtk)

“Tidak semua titik hotspot itu berpotensi karhutla. Harus ada peninjauan, harus ada cross check lapangan untuk memastikan terkait titik hotspot,” jelas Naim saat ditemui, Selasa (15/9/2026).

Ia mencontohkan permukaan seng baru pada bangunan yang terpapar terik matahari. Kondisi tersebut dapat menghasilkan titik panas, namun tidak menunjukkan adanya proses pembakaran.

Hal serupa dapat terjadi pada genangan air, kolam maupun tempat penampungan air. Tumpukan batu bara yang terkena paparan matahari juga dapat terdeteksi sebagai hotspot tanpa berarti sedang terjadi karhutla.

“Misalnya ada perumahan, masyarakat membangun rumah, sengnya baru. Kalau terpapar matahari yang begitu panas, ini bisa menimbulkan hotspot, tetapi tidak berpotensi terjadinya karhutla,” terangnya.

Karena itu, BPBD Kutai Timur saat ini masih melakukan pendataan terhadap titik-titik yang terpantau. Data tersebut belum menjadi angka final lantaran masih dalam proses perekaman dan pencocokan dengan kondisi di lapangan.

“Kalau jumlah titiknya kita masih sementara data. Kami masih melakukan perekaman. Nanti kami sampaikan kalau memang sudah kita rekam semuanya,” jelasnya.

Di tengah proses pendataan tersebut, Naim mengakui kejadian kebakaran lahan memang terjadi di sejumlah wilayah Kutai Timur. Hampir seluruh kecamatan disebut terdampak, dengan penanganan di antaranya dilakukan di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Baca Juga  Halal Bihalal di Desa Bumi Rapak, Ini Pesan Bupati Ardiansyah Sulaiaman

Namun, data hotspot dan kejadian karhutla merupakan dua hal yang tidak dapat disamakan begitu saja. Titik panas menjadi indikasi awal yang masih membutuhkan pemeriksaan untuk menentukan apakah benar terdapat kebakaran di lokasi tersebut.

Menurut Naim, langkah verifikasi menjadi penting agar data yang digunakan dalam penanganan maupun informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan.

Dengan demikian, jumlah hotspot yang terpantau tidak bisa serta-merta diartikan sebagai jumlah kejadian karhutla di Kutim. Kepastian mengenai suatu titik tetap bergantung pada hasil pengecekan lapangan. (/MK)

584Dibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare
Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader
Mahyunadi Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Lintas Sektor dalam Program Perlindungan Sosial Digital
Setkab Raih Dua Gelar Sekaligus di Kutim Expo 2026, Sabet Juara Umum dan Stand OPD Terbaik
Transaksi UMKM Kutim Expo 2026 Tembus Rp4,25 Miliar, Wabup Mahyunadi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Luas

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:59 WITA

TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:59 WITA

Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:27 WITA

HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader

Berita Terbaru