Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, meminta masyarakat tidak hanya menghindari aktivitas pembakaran lahan, tetapi juga menjaga lahan masing-masing agar tidak mudah terbakar selama musim kemarau. Mahyunadi menyebut, beberapa warga di Kutai Timur telah terciduk melakukan pembakaran lahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk mengikuti aturan yang berlaku, mengingat Kutai Timur belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) kearifan lokal yang mengatur pembakaran lahan.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi. (meika/ sangattaku)

“Di Kutai Timur sih sudah ada beberapa yang terciduk. Dan kita enggak ada Perda kearifan lokal tentang membakar lahan. Jadi kita ikuti aturan,” jelas Mahyunadi.

Ia juga mengingatkan, kebakaran lahan tidak selalu terjadi akibat aktivitas pembakaran. Kondisi panas matahari juga dapat menyebabkan lahan terbakar sehingga kewaspadaan masyarakat diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

“Kan kadang-kadang lahan itu terbakar sendiri karena ada panas matahari. Jadi saya berharap masyarakat bukan hanya tidak membakar lahan, tapi justru menjaga lahan kita agar tidak terbakar,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan pemerintah daerah menginisiasi aturan serupa yang mengatur pembakaran lahan berdasarkan kearifan lokal, Mahyunadi menilai hal tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak di Kutai Timur.

“Kayaknya kita belum urgent,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, menyebut dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di hampir seluruh kecamatan. Meski demikian, penanganan di sejumlah wilayah terus dilakukan, khususnya di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim. (Meika/ sgtk)

“Dan hampir semua kecamatan kita juga terdampak. Namun alhamdulillah penanganan di kecamatan-kecamatan baik itu Sangatta Utara dan Sangatta Selatan khususnya,” terangnya saat ditemui langsung di Kantor BPBD Kutai Timur, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga  Ardiansyah Soroti Proyek SPAM di Kecamatan Telen Terancam Mubazir, Perlu Evaluasi Serius

Penanganan karhutla melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, KPHP, Damkar, Dinas Kesehatan, pihak Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Rescue KPC, hingga para relawan.

Dukungan peralatan penanganan karhutla juga telah tersedia di masing-masing kecamatan. Peralatan tersebut mencakup kendaraan dan perlengkapan pendukung pemadaman yang disalurkan melalui dukungan DBH-DR.

Dalam pelaksanaannya, pemenuhan kebutuhan air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Kondisi akses menuju lokasi kebakaran terkadang tidak memungkinkan kendaraan berukuran besar masuk, sehingga petugas harus mengambil dan mengangkut air secara bertahap. Untuk kebutuhan tersebut, BPBD juga mendapat dukungan dari PDAM dalam pendistribusian air.

Tampak salah satu armada dari unsur gabungan yang stand by. (Meika/ sgtk)

Naim juga menjelaskan, informasi mengenai titik panas tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kejadian karhutla. Setiap titik yang terpantau masih perlu dicek dan diverifikasi di lapangan karena sumber panas dapat berasal dari kondisi lain, seperti atap seng yang terkena paparan matahari, genangan air, maupun tumpukan batu bara.

Di sisi pencegahan, Naim meminta masyarakat turut berperan agar kejadian karhutla tidak kembali terjadi. Salah satunya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar.

“Tentu kami dari BPBD beserta dengan tim yang lain juga mengharapkan adanya partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat sehingga kejadian karhutla ini tidak berulang, ya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan warga yang merokok agar tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan, terutama dalam kondisi kemarau yang cukup panjang.

Selain itu, pengawasan terhadap anak-anak juga dinilai perlu diperhatikan untuk mencegah penggunaan api tanpa pengawasan. Naim mencontohkan kejadian di Sangatta Selatan yang bermula ketika anak-anak membakar sarang tawon. Api yang digunakan kemudian terjatuh dan menyebabkan kebakaran lahan.

Baca Juga  Semakin Dekat, Panitia MTQ XVII Gelar Gladi Kotor

“Jangan sampai lepas dari pengawasan orang tua, mereka main korek. Seperti kejadian di Sangatta Selatan itu awalnya mereka itu membakar sarang tawon, api yang dipegang anak-anak itu jatuh. Sehingga inilah yang menyebabkan terjadinya karhutla,” tutup Naim. (adv/Diskominfo Kutim)

611Dibaca

Berita Terkait

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk
Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus
Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur
Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen
BPBD Kutai Timur Ingatkan Titik Hotspot Tak Bisa Langsung Disebut Karhutla
Cegah Karhutla, PT Dewata Sawit Nusantara Perkuat Patroli Bersama Masyarakat dan Aparat Keamanan
Pengembang Diminta Segera Serahkan Aset PSU, Agar Perbaikan Infrastruktur Perumahan Bisa Dilakukan
Pemkab Kutim Fokus Susun FS Jembatan Timbang, Tiga Lokasi Dinilai Layak

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:06 WITA

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WITA

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 September 2026 - 09:21 WITA

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 September 2026 - 09:11 WITA

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 08:44 WITA

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:48 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:11 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:44 WITA