Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk bertemu langsung dengan petugas. Di Kutai Timur, warga yang menghadapi persoalan dokumen masih membutuhkan penjelasan dan pendampingan dalam menyelesaikan administrasi kependudukan.

Kondisi itu salah satunya terlihat dalam pengurusan akta kelahiran. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur masih menemukan warga yang tidak memiliki dokumen perkawinan sebagai salah satu persyaratan pendukung.

Kepala Disdukcapil Kutai Timur, Jumeah. (ist./ sgtk)

Kepala Disdukcapil Kutai Timur, Jumeah, mengatakan kelengkapan persyaratan menjadi bagian penting dalam pengurusan akta kelahiran.

“Kalau mau bikin akta kelahiran itu enggak mudah. Syaratnya ini, ini, ini,” ujar Jumeah, Selasa (15/9/2026).

Salah satu persoalan yang ditemui adalah orang tua anak yang menikah secara siri sehingga tidak memiliki buku nikah.

“Kalau orang tuanya nikah siri kan enggak ada,” terangnya.

Ketiadaan dokumen tersebut membuat proses pengurusan tidak dapat dilakukan seperti permohonan dengan persyaratan lengkap. Warga perlu mendapatkan arahan mengenai dokumen dan tahapan yang harus dipenuhi.

Disdukcapil tidak langsung menolak permohonan warga yang mengalami kondisi tersebut. Petugas memberikan penjelasan dan mengarahkan warga untuk menyelesaikan persoalan administrasi melalui instansi terkait.

Persoalan serupa juga dapat terjadi ketika terdapat masalah pada status perkawinan. Jumeah mengatakan warga yang memiliki persoalan perceraian perlu menyelesaikan prosesnya terlebih dahulu sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau ternyata dia sudah pernah cerai, dia harus bikin ke pengadilan lagi atau segala macam,” jelasnya.

Menurut Jumeah, kondisi seperti itu menjadi salah satu alasan layanan tatap muka tetap diperlukan meskipun pelayanan administrasi kependudukan terus dikembangkan secara digital.

Layanan online dapat membantu masyarakat yang telah memenuhi seluruh persyaratan. Namun, ketika ada dokumen yang belum lengkap atau persoalan administrasi yang perlu ditelusuri, warga tetap membutuhkan penjelasan langsung dari petugas.

Baca Juga  Konsultasi Publik I KLHS RPJMD 2025-2029, Menuju Pembangunan Berkelanjutan Untuk Kutai Timur

Karena itu, Disdukcapil Kutai Timur terus memperkuat kemampuan petugas yang berada di desa, kecamatan, rumah sakit dan puskesmas. Petugas diberikan arahan agar dapat membantu masyarakat memahami persyaratan dasar administrasi kependudukan.

Jumeah berharap masyarakat tidak ragu berkonsultasi ketika menemukan kendala dalam pengurusan dokumen kependudukan.

Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan bukan hanya soal menerbitkan dokumen. Data masyarakat juga harus tercatat dengan benar agar dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan publik. (adv/Diskominfo Kutim)

608Dibaca

Berita Terkait

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Disdikbud Kutai Timur Evaluasi PJJ Akibat Cuaca Ekstrem, Tunggu Kondisi Lapangan Kondusif
Literasi Kutai Timur Masih di Bawah Target Nasional, Disdikbud Dorong AGuMLI Lahirkan Program Nyata
Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:17 WITA

Disdikbud Kutai Timur Evaluasi PJJ Akibat Cuaca Ekstrem, Tunggu Kondisi Lapangan Kondusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:27 WITA

Literasi Kutai Timur Masih di Bawah Target Nasional, Disdikbud Dorong AGuMLI Lahirkan Program Nyata

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Berita Terbaru