Pengembang Diminta Segera Serahkan Aset PSU, Agar Perbaikan Infrastruktur Perumahan Bisa Dilakukan

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Timur mendorong pengembang perumahan segera menyelesaikan proses penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) kepada pemerintah daerah.

Langkah tersebut menjadi penting karena pemerintah daerah membutuhkan dasar hukum yang jelas sebelum melakukan intervensi terhadap fasilitas umum di kawasan perumahan, termasuk penanganan jalan lingkungan dan drainase.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) sekaligus Plt Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab. Kutai Timur, Asran Lode. (Meika/ sgtk)

Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) sekaligus Plt Sekretaris Disperkim Kutai Timur, Asran Lode, menjelaskan pemerintah tidak dapat begitu saja melakukan pembangunan atau perbaikan terhadap fasilitas PSU yang masih menjadi tanggung jawab pengembang.

Menurutnya, proses penyerahan aset harus terlebih dahulu diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Regulasi tersebut di antaranya mengacu pada peraturan perundang-undangan terkait serta Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 yang telah diperbarui melalui Permendagri Nomor 15 Tahun 2025.

“Memang pemerintah ini tidak bisa langsung masuk menangani PSU yang ada di perumahan tanpa tahapan penyerahan aset sesuai undang-undang dan Permendagri,” jelas Asran Lode, Senin (14/9/2026).

Ia mengungkapkan, realisasi penyerahan aset PSU di Kutai Timur hingga kini masih terbatas. Dari kawasan perumahan yang ada, baru sekitar 11 hingga 12 titik yang telah menyelesaikan proses penyerahan aset kepada pemerintah daerah.

Kawasan yang telah menyerahkan aset tersebut mayoritas merupakan perumahan subsidi. Sementara pada kawasan perumahan komersial, belum ada yang tercatat menyelesaikan proses penyerahan aset PSU.

Asran menyebut, salah satu kendala dalam proses tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis. Pengembang perlu mengikuti tahapan yang telah ditetapkan agar aset PSU dapat diterima secara resmi oleh pemerintah daerah.

Baca Juga  Peringati May Day, Bersama Serikat Buruh, Pemkab dan Forkopimda Gelar Acara

Prosesnya diawali dengan pengajuan penyerahan aset melalui Bidang Perumahan Umum. Setelah kelengkapan dokumen dan berita acara penyerahan terpenuhi, data tersebut selanjutnya diteruskan kepada Bidang PSU untuk diproses sesuai ketentuan.

“Ini yang terus kami sosialisasikan kepada para pengembang agar fasilitas warga bisa segera tersentuh pembangunan,” jelasnya.

Menurut Asran, penyelesaian proses serah terima tersebut juga memberikan kepastian mengenai status fasilitas PSU di kawasan perumahan. Setelah menjadi aset pemerintah daerah, fasilitas tersebut memiliki dasar yang lebih kuat untuk diakomodasi dalam perencanaan penanganan infrastruktur.

Karena itu, Disperkim Kutai Timur meminta pengembang tidak menunda proses penyerahan PSU. Kepastian status aset dinilai menjadi salah satu bagian penting agar kebutuhan peningkatan infrastruktur lingkungan perumahan, seperti jalan dan drainase, dapat ditindaklanjuti pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah. (adv/Diskominfo Kutim)

654Dibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare
Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader
Mahyunadi Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Lintas Sektor dalam Program Perlindungan Sosial Digital
Setkab Raih Dua Gelar Sekaligus di Kutim Expo 2026, Sabet Juara Umum dan Stand OPD Terbaik
Transaksi UMKM Kutim Expo 2026 Tembus Rp4,25 Miliar, Wabup Mahyunadi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Luas

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:59 WITA

TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:59 WITA

Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:27 WITA

HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader

Berita Terbaru