SANGATTAKU – Perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ajang Kutai Timur Expo tercatat mencapai lebih dari Rp4 miliar. Capaian ini melampaui target meskipun pagu anggaran kegiatan tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Akhmad Tarmiji, mengatakan kesuksesan tersebut didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat dan pelaku usaha selama expo berlangsung.
“Alhamdulillah, kegiatan kemarin sukses. Perputaran ekonomi UMKM mencapai sekitar Rp4 miliar lebih. Itu melebihi target yang kita harapkan,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
Tarmiji menjelaskan, tingginya minat masyarakat juga terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar. Tercatat lebih dari 600 UMKM mengajukan diri, namun keterbatasan fasilitas membuat panitia hanya mampu memfasilitasi sekitar 160 pelaku usaha.
“Yang kita fasilitasi hanya 160 karena kita kekurangan tempat dan tenda. Antusias masyarakat untuk berusaha memang tinggi,” jelasnya.
Melihat tingginya animo tersebut, DPMPTSP Kutai Timur berencana memprioritaskan penambahan fasilitas tenda pada penyelenggaraan tahun depan. Langkah ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha untuk berpartisipasi sekaligus mendongkrak pergerakan ekonomi daerah, yang selama expo didominasi oleh produk makanan dan minuman.
Selain persoalan kapasitas, DPMPTSP juga menerapkan kebijakan fleksibel terkait perizinan usaha. Panitia tidak membatasi peserta berdasarkan masa penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), baik yang sudah lama maupun yang baru dibuat.
“Yang penting dia punya NIB. Kalau kita mensyaratkan harus NIB lama, kasihan yang baru mau berusaha.Masa kita menghalang-halangi? Selama persyaratannya lengkap, kita persilakan,” pungkasnya. (Mk/ sgtk)





















