111 Pegawai Pemkab Kutim Siapkan Diri untuk Purna Tugas

Rabu, 22 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Sebanyak 111 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersiap memasuki masa purna tugas. Laporan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah, dalam acara malam Ramah Tamah Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Purna Tugas Tahap II Tahun 2023.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 8 Ballroom Hotel Aston Tropicana Cihampelas pada Selasa malam, 21 November 2023, turut dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Direktur Pusat Studi Manajemen Keuangan Daerah (PSMKD) Jakarta Eko Voorianto, dan para peserta Bimtek.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah. (*/ist)

Menurut Misliansyah, dari total 111 ASN yang akan memasuki masa purna tugas tersebut, terdapat 3 orang dengan jabatan terakhir sebagai pejabat tinggi pratama, 8 orang dari bidang administrasi, 10 orang pengawas, 66 orang fungsional, dan 24 orang pelaksana. Para peserta Bimtek Tahap II ini mencapai 60 ASN, sementara Tahap I sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Gudeg Jogja pada 29 Mei 2023.

Misliansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tentang ASN. Tujuan dari pelaksanaan Bimtek ini adalah untuk mengenalkan peserta tentang jenis-jenis usaha sekaligus memberikan motivasi dalam konteks dunia usaha sebagai bagian dari pembekalan purna tugas.

“Golnya adalah untuk meningkatkan kapasitas berorientasi dalam melihat kondisi saat ini,” tegas Misliansyah.

Selain itu, Misliansyah juga menambahkan bahwa kegiatan ini diaktifkan kembali setelah vakum selama 10 tahun. Hal ini sesuai dengan arahan Bupati Kutim, yang sebelumnya dikenal dengan nama “tali asih”. Namun, dengan adanya aturan baru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Provinsi, kegiatan ini diubah menjadi Bimtek Purna Tugas untuk memastikan kesiapan ASN dalam menghadapi masa purna tugas mereka.

Baca Juga  Meski Belum Capai Target, Nasdem Kutim Optimis Masuk Unsur Pimpinan Dengan Perolehan 6 Kursi

Acara ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas dan persiapan para ASN yang akan memasuki masa purna tugas, seiring dengan perubahan regulasi dan tuntutan zaman. (AD01/Diskominfo Staper)

1.1kDibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru