Ketua DPRD Kutim Hadiri Groundbreaking Pembangunan Pabrik Air Minum Dalam Kemasan

Jumat, 31 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah Banner-DPRD.jpg

SANGATTAKU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Joni, menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang digagas oleh Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB). Acara ini berlangsung di Jalan Poros Kabo, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, pada Jumat, 31 Mei 2024.

Dalam kesempatannya, Joni mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas dimulainya proyek pembangunan pabrik AMDK tersebut.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita menghadiri peletakan batu pertama pembangunan untuk air minum,” ujar Joni kepada awak media.

Joni berharap pembangunan pabrik tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan target yang telah ditentukan, yakni 150 hari. Dengan begitu, pada tahun 2024 ini masyarakat akan dapat menikmati air minum produksi dari Kutai Timur sendiri.

Ia mengungkapkan bahwa dana yang digunakan untuk pembangunan pabrik AMDK ini adalah dana dari Perumdam Tirta Tuah Benua sendiri, bukan dari dana APBD Kutim. Dengan adanya pembangunan pabrik tersebut, secara otomatis Kutim juga akan mendapatkan tambahan pemasukan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar kedepannya Pemerintah Daerah dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan pabrik air minum tersebut, baik dalam bentuk anggaran maupun hal-hal yang lainnya.

“Kedepannya mungkin pasti ada pengembangan. Paling tidak, Kutai Timur atas nama Pemerintah Daerah harus memberikan kontribusi dalam pembangunan ini, agar menjadi lebih maju lagi,” terangnya.

Ketua DPRD Kutim tersebut juga optimis bahwa pembangunan pabrik ini akan berjalan lancar dan tidak terhenti di tengah jalan, mengingat pihak yang menangani proyek ini adalah tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang pengelolaan air.

“PDAM memang bergerak dalam bidang menangani air, jadi nanti tinggal mengatur cara-cara proses pembuatannya seperti apa. Tapi, yang jelas mereka sudah paham tentang ini,” pungkas Joni. (AD01/DPRD)

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru