Seskab Kutim Dorong Efisiensi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Melalui Radalok

Rabu, 8 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutai Timur (Kutim), Rizali Hadi, menegaskan bahwa Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan yang diadakan setiap tahun. Radalok dianggap sebagai salah satu upaya manajemen pemerintahan dan pembangunan yang penting.

“Pengendalian diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan direncanakan dan dilaksanakan dengan baik,” ungkap Rizali Hadi dalam sambutannya saat Radalok triwulan pertama di Ruang Cristal, Hotel Mercure, Samarinda, pada Selasa (07/5/2024).

Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutai Timur (Kutim), Rizali Hadi saat memberikan sambutan. (dok. Diskominfo Kutim/ist)

Menurut Rizali Hadi, tujuan dari Radalok juga adalah untuk memberikan perhatian kepada seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar dalam melaksanakan program pembangunan, mereka dapat mengikuti tata cara pemerintahan yang baik, efisien, dan efektif serta mematuhi peraturan yang berlaku. Selain itu, pelaksanaan kegiatan pembangunan diharapkan dapat selesai tepat waktu untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan memastikan kelangsungan pembangunan di masa mendatang.

“Dengan APBD Tahun 2024 sudah berjalan dan memasuki Triwulan II, saya menginstruksikan kepada seluruh Perangkat Daerah agar bekerja keras dan memanfaatkan waktu secara efektif sesuai dengan jadwal pelaksanaan kegiatan,” ujar Rizali Hadi di hadapan sejumlah pejabat terkait.

Rizali Hadi juga menekankan pentingnya melihat realisasi keuangan setiap PD, yang hingga awal Mei 2024 belum mencapai target. Ia meminta seluruh PD untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai target yang telah ditetapkan. “Jika terdapat permasalahan atau hambatan dalam pelaksanaan kegiatan, segera koordinasikan untuk mencari solusi,” tambahnya.

Kepala Bagian Pembangunan Setkab Kutai Timur, Insan Bowo Asmoro, menyatakan bahwa Radalok merupakan bagian dari implementasi sistem manajemen pembangunan yang bertujuan untuk memastikan konsistensi pelaksanaan kegiatan pembangunan dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Selain itu, Radalok juga berperan sebagai alat koreksi atau deteksi dini terhadap kendala atau masalah dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan. (AD01/Diskominfo Staper)

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru