Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Sangatta Kian Parah, Yosep Udau Desak Disperindag Segera Cari Solusi dan Atasi

Rabu, 19 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Kelangkaan gas elpiji (LPG) berukuran 3 Kg di Kecamatan Sangatta, Kutai Timur (Kutim) mulai mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Pepatah “mencari jarum di dalam tumpukan jerami” sangatlah tepat untuk menggambarkan situasi sulit ini, di mana gas LPG yang merupakan kebutuhan pokok mulai sulit didapat di berbagai toko sembako.

Anggota DPRD Kutim, Yusep Udau, mengungkapkan kepedulian dan kekhawatirannya terhadap masalah ini. Menurutnya, kelangkaan gas LPG 3 Kg, yang seharusnya menjadi tumpuan utama kebutuhan rumah tangga, sangat meresahkan. Ia menekankan pentingnya mencari tahu akar permasalahan kelangkaan ini.

“Kita harus mencari kendalanya dulu, kenapa bisa sampai selangka ini,” ungkap Yusep Udau pada Rabu (19/06/2024). Ia mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk segera mencari solusi terkait permasalahan ini.

Yusep Udau juga menambahkan bahwa Disperindag perlu lebih peka terhadap kendala yang dihadapi masyarakat. “Disperindag seharusnya dapat mencarikan solusi dalam masalah ini,” harapnya. Dia menegaskan bahwa penting bagi Disperindag untuk tidak menutup mata terhadap kebutuhan masyarakat dan berupaya secara proaktif untuk mengatasi kelangkaan tersebut.

“Jangan sampai tutup mata akan hal ini, karena apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus diupayakan dengan baik,” pungkasnya. (AD01/DPRD)

820Dibaca

Berita Terkait

Kunjungan Wisatawan Kutai Timur Melonjak 300 Persen, Hampir Sentuh 400 Ribu Orang di Semester Pertama 2025
Dispar Kutim Gelar Pelatihan Promosi Digital, Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif
Dispar Kutim Prioritaskan Pengembangan Teluk Lombok di 2026 Lewat Kolaborasi Kementerian Pariwisata
Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat Tegaskan Arah Gerak, Desak Pemerataan Peluang Usaha Lokal
Pemahaman Pelaku Usaha Soal NIB Masih Minim, DPMPTSP Kutim Intensifkan Edukasi
Dispar Kutim Sebut Ekonomi Kreatif Ruh Pariwisata, SINDaKRAF Jadi Jembatan Lapangan Kerja Baru
Dispar Kutim Fokus Penguatan Basis Data Ekonomi Kreatif Melalui SINDaKRAF
Pelaku Ekonomi Kreatif Kutim Diminta Segera Integrasi Data, Dispar Kutim Buka Pendaftaran SINDaKRAF via Barcode Resmi

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 15:26 WITA

Kunjungan Wisatawan Kutai Timur Melonjak 300 Persen, Hampir Sentuh 400 Ribu Orang di Semester Pertama 2025

Senin, 24 November 2025 - 14:26 WITA

Dispar Kutim Gelar Pelatihan Promosi Digital, Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Senin, 24 November 2025 - 13:26 WITA

Dispar Kutim Prioritaskan Pengembangan Teluk Lombok di 2026 Lewat Kolaborasi Kementerian Pariwisata

Kamis, 20 November 2025 - 19:56 WITA

Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat Tegaskan Arah Gerak, Desak Pemerataan Peluang Usaha Lokal

Kamis, 20 November 2025 - 16:35 WITA

Pemahaman Pelaku Usaha Soal NIB Masih Minim, DPMPTSP Kutim Intensifkan Edukasi

Berita Terbaru