Pekerja PT PAMA Protes, Roster Kerja Baru Dinilai Kurangi Waktu Istirahat

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU, Sangatta – Sejumlah pekerja PT PAMA Unit Kerja Site KPC Sangatta (SP PAMA UKS KPCS) menghadiri hearing dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur pada Selasa, 4 Februari 2025. Mereka mengungkapkan keberatan terhadap rencana perubahan jadwal kerja yang dianggap merugikan para pekerja. Perubahan tersebut mengubah sistem kerja dari dua shift menjadi tiga shift dan mengurangi jumlah hari libur (day off) menjadi hanya satu hari..

Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur, Sayid Anjas, menyampaikan bahwa para pekerja merasa keberatan dengan roster kerja baru ini karena dinilai tidak memberikan waktu istirahat yang cukup. Dalam pertemuan tersebut, para pekerja mengajukan permohonan kepada DPRD untuk berperan sebagai mediator dengan manajemen PT PAMA, agar penundaan terhadap perubahan roster kerja dapat dilakukan.

Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur, Sayid Anjas (*/MK)

“Pekerja merasa keberatan karena perubahan ini mengurangi waktu istirahat mereka. Oleh karena itu, mereka meminta mediasi agar manajemen PAMA menunda roster kerja ini,” ujar Sayid Anjas dalam sesi wawancara.

Anjas menambahkan bahwa pihak manajemen PT PAMA meminta waktu untuk berdiskusi lebih lanjut dengan pimpinan mereka sebelum memberikan keputusan akhir. Menanggapi permintaan tersebut, DPRD Kutai Timur menegaskan bahwa hasil diskusi harus sudah ada sebelum 10 Februari 2025.

“Kami akan menunggu keputusan sampai tanggal 10 Februari. Kalau pada tanggal 8 atau 9 kebijakan ini masih tetap dijalankan, DPRD akan mengusulkan pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk mengkaji kebijakan ini lebih dalam,” tegasnya.

Para pekerja berpendapat bahwa perubahan roster ini berbeda dari sistem tiga shift yang diterapkan di PT Kaltim Prima Coal (KPC), di mana pekerja masih mendapatkan waktu istirahat penuh.

“Kalau memang harus tiga shift, sebaiknya dibuat seperti sistem di KPC, sehingga mereka memiliki waktu istirahat penuh dalam tiga shift tersebut,” imbuh Anjas.

Baca Juga  Pjs Bupati Kutai Timur: Transparansi Adalah Kunci Pelayanan Publik yang Baik

DPRD Kutai Timur berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal aspirasi para pekerja dan berharap dapat menemukan solusi yang adil bagi pekerja dan perusahaan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan. (*/MK)

1.6kDibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru