
SANGATTAKU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Disdikbud Kutim) memastikan geliat seni dan budaya di daerah tersebut tidak akan terhenti. Meskipun menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, empat agenda kebudayaan utama di Kutim dipastikan tetap terlaksana hingga akhir tahun 2025.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menjelaskan bahwa kebijakan penghematan memaksa beberapa program dikurangi atau ditunda, namun empat event utama dipertahankan. “Karena efisiensi anggaran, beberapa kegiatan harus dikurangi. Namun empat event utama tetap kami jalankan agar aktivitas seni dan budaya di Kutim tidak terhenti,” ujar Padliyansyah.

Keempat agenda tersebut seluruhnya dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2025. Agenda terbesar yang menjadi sorotan adalah Festival Magic Land. Festival ini akan diselenggarakan selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 November 2025, berlokasi di Kawasan Folder Sangatta.
Festival Magic Land dirancang untuk merangkul dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal melalui berbagai kompetisi seni. Acara ini mencakup lomba tari pesisir, lomba tari pedalaman, dan lomba taksu. Sebanyak 25 penari magic land yang merupakan penari binaan Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim akan tampil dalam pertunjukan utama festival tersebut pada hari jumat, 14 November 2025 Pukul 20.00 WITA.
Selain menjadi ajang pertunjukan seni, puncak acara Festival Magic Land juga akan menjadi momen penyerahan apresiasi penting bagi pegiat budaya. Panitia akan mengumumkan pemenang Kirab Budaya, sebuah kompetisi kreativitas budaya bagi masyarakat Kutim, sekaligus penyerahan Anungrah Kebudayaan pertama tingkat Kabupaten tahun 2025.
Kegiatan ini secara khusus diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam upaya pelestarian seni dan budaya daerah. Penekanan pada partisipasi kaum muda menjadi fokus mengingat pentingnya regenerasi pelaku seni dan pelestari budaya.
Di samping Festival Magic Land, tiga event lain yang diprioritaskan pelaksanaannya adalah Festival Pameran Sejarah Nabi dan Rasul. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 22 November 2025 di Area Masjid Al-Faruq Sangatta.
Selanjutnya, Festival Pesona Budaya akan memeriahkan kawasan Alun-alun Bukit Pelangi Sangatta pada 21 hingga 23 November 2025. Agenda keempat yang tetap berjalan adalah Festival Musik Anti Narkoba. Festival ini akan diadakan di Kecamatan Bengalon, tepatnya di Sub.Terminal Bengalon desa Sepaso Jl.Mulawarman Bengalon, mulai pertanggal 28 hingga 30 November 2025.
Disdikbud Kutim menegaskan, meskipun sejumlah program lain terpaksa ditunda atau dikurangi anggarannya, komitmen untuk menjaga semangat pelestarian seni dan budaya daerah tetap kuat melalui pelaksanaan empat kegiatan yang sudah terencana ini. Pemerintah daerah berharap dukungan dan partisipasi masyarakat terus tumbuh agar geliat kebudayaan di Kutai Timur tidak surut di tengah keterbatasan anggaran yang ada. (adv/Diskominfo Kutim)




















