Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, memberikan klarifikasi detail mengenai mekanisme pencairan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang secara umum dikenal sebagai dana RT. Klarifikasi ini penting disampaikan untuk memastikan masyarakat memahami prosedur resmi dan transparansi penggunaan dana tersebut.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (M2P/sangattaku)

Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa meskipun anggaran BKKD secara administrasi dititipkan di kas desa, peruntukan dana tersebut harus mutlak diarahkan untuk mendukung berbagai program kerja Rukun Tetangga (RT). Kebijakan ini bertujuan agar setiap RT di Kutim memiliki kapabilitas finansial untuk menjalankan fungsinya di tingkat masyarakat paling bawah.

Dalam keterangannya, Bupati menjelaskan bahwa realisasi dan kecepatan pencairan dana BKKD sangat bergantung pada tingkat keaktifan dan inisiatif Ketua RT di lapangan. Dana tersebut tidak dapat dicairkan secara otomatis, melainkan harus menunggu adanya usulan program kerja yang diajukan oleh pengurus RT.

“RT yang belum menyampaikan program akan mengalami keterlambatan. Begitu usulan masuk, desa bersama Ketua RT langsung mengerjakannya di lapangan,” ujar Ardiansyah, menekankan pentingnya peran aktif pengurus RT dalam proses perencanaan dan eksekusi program.

Sistem ini dirancang untuk menjamin akuntabilitas, di mana dana yang dicairkan harus memiliki dasar program yang jelas dan terencana. Program yang diajukan biasanya mencakup kegiatan kebersihan, perbaikan fasilitas umum skala kecil, atau kegiatan sosial kemasyarakatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga di lingkup RT masing-masing.

Untuk menjamin transparansi dan mencegah penyimpangan, pengawasan terhadap pelaksanaan BKKD diatur secara ketat melalui Peraturan Bupati (Perbub). Perbub tersebut mengatur sistem pengawasan yang berjenjang. Pengawasan dimulai dari tingkat kabupaten yang bertindak sebagai pembuat kebijakan dan penyedia anggaran, dilanjutkan ke tingkat kecamatan sebagai supervisor lapangan, hingga tingkat desa sebagai pelaksana teknis dan penanggung jawab administrasi di lapangan.

Baca Juga  Ditetapkan Sebagai Superhub IKN, Masterplan KEK Maloy Akan Diperbaharui

Struktur pengawasan berjenjang ini memastikan bahwa setiap tahapan penggunaan dana RT dapat diaudit dan dimonitor, sehingga potensi penyalahgunaan anggaran dapat diminimalisir. Masyarakat juga didorong untuk turut serta aktif dalam mengawasi pelaksanaan program yang didanai oleh BKKD di wilayah mereka. Dengan adanya kejelasan prosedur dan pengawasan yang ketat, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap BKKD dapat menjadi stimulus efektif dalam percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat RT, sesuai dengan tujuan awal program bantuan keuangan khusus ini dibuat. (adv/Diskominfo Kutim)

1.1kDibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan
Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader
Bupati Kutai Timur Tekankan Pelayanan Terbaik, RSUD Kudungga Disiapkan dengan Fasilitas Lebih Memadai
Ancaman Stroke di Daerah, Pemkab Kutai Timur Perkuat Kompetensi Medis dan Layanan “Time Is Brain”

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:59 WITA

Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:27 WITA

HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader

Berita Terbaru