Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memproyeksikan pendapatan daerah mencapai Rp5,73 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2026. Proyeksi angka tersebut disampaikan secara resmi oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat menyerahkan nota keuangan RAPBD 2026 dalam rapat bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Angka pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp5,73 triliun ini menjadi acuan utama dalam merancang kebijakan fiskal daerah tahun depan. Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, penyusunan anggaran ini merupakan implementasi dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dan amanah dari masyarakat.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat memaparkan Nota RAPB 2026 pada Paripurna ke-12. (M2P/sangattaku)
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat memaparkan Nota RAPB 2026 pada Paripurna ke-12. (M2P/sangattaku)

“Hal ini harus dilakukan dalam rangka mewujudkan amanat rakyat melalui eksekutif dan legislatif untuk memberikan pelayanan secara umum dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ardiansyah dalam keterangannya.

Secara rinci, struktur pendapatan daerah Kutai Timur pada 2026 mayoritas masih ditopang oleh pendapatan transfer yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,21 triliun. Sementara itu, pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan menyentuh angka sekitar Rp431,8 miliar, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan sekitar Rp91,9 miliar.

Di sisi pengeluaran, belanja daerah untuk tahun depan dianggarkan mencapai total Rp5,71 triliun. Anggaran belanja ini dibagi menjadi beberapa pos utama guna menunjang program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

Pos belanja operasi menjadi alokasi terbesar dengan nilai sebesar Rp3,37 triliun. Belanja operasi ini biasanya digunakan untuk kebutuhan rutin pemerintahan, gaji pegawai, serta pemeliharaan. Menyusul belanja operasi, alokasi untuk belanja modal diperkirakan mencapai sekitar Rp1,38 triliun. Belanja modal ini diarahkan untuk pengadaan aset tetap seperti pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana vital.

Baca Juga  Respon Positif Masyarakat, Dukcapil Kutim Terima Apresiasi atas Layanan Siap Kawal Kutim

Selain kedua pos besar tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan alokasi khusus untuk belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar, yang dipersiapkan untuk penanganan kondisi darurat atau bencana alam yang tidak terprediksi. Pemerintah juga menganggarkan belanja transfer sekitar Rp934 miliar, yang kemungkinan besar mencakup dana bagi hasil (DBH) ke pemerintah desa atau alokasi bantuan keuangan lainnya.

Sementara itu, pada pos pembiayaan daerah, pemerintah Kabupaten Kutai Timur tidak mencatat adanya penerimaan pembiayaan. Namun, terdapat pengeluaran pembiayaan sebesar Rp25 miliar. Dana sebesar Rp25 miliar ini secara spesifik dialokasikan untuk penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah ini diambil sebagai upaya penguatan kinerja dan kapasitas BUMD dalam mendukung perekonomian lokal. Ardiansyah menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah dan DPRD menjadi kunci agar seluruh program dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan daerah. (adv/Diskominfo Kutim)

776Dibaca

Berita Terkait

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN
Apresiasi Kepala DPPKB, Sudirman Latif Nilai Pola Kepemimpinan Kolaboratif Jadi Terobosan Strategis Atasi Stunting di Kutai Timur
Kepala DPPKB Kutim Tegaskan, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Kutai Timur Tekan Stunting
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Rp5,73 Triliun, Target PAD Hanya Sekitar 7,6 persen
Kunjungan Wisatawan Kutai Timur Melonjak 300 Persen, Hampir Sentuh 400 Ribu Orang di Semester Pertama 2025
Dispar Kutim Gelar Pelatihan Promosi Digital, Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif
Dispar Kutim Prioritaskan Pengembangan Teluk Lombok di 2026 Lewat Kolaborasi Kementerian Pariwisata

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 20:04 WITA

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN

Rabu, 26 November 2025 - 15:07 WITA

Apresiasi Kepala DPPKB, Sudirman Latif Nilai Pola Kepemimpinan Kolaboratif Jadi Terobosan Strategis Atasi Stunting di Kutai Timur

Rabu, 26 November 2025 - 14:23 WITA

Kepala DPPKB Kutim Tegaskan, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Kutai Timur Tekan Stunting

Selasa, 25 November 2025 - 08:41 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun

Selasa, 25 November 2025 - 08:21 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN

Jumat, 28 Nov 2025 - 20:04 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun

Selasa, 25 Nov 2025 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya

Selasa, 25 Nov 2025 - 08:21 WITA