
SANGATTAKU – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Timur memanfaatkan ajang Open Tournament Dispora Cup H2H dan Slalom R4 Kutim 2025 sebagai arena utama untuk menguji kemampuan dan mental atlet sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Paser. Turnamen yang memperlombakan puluhan tim dari berbagai daerah di Kalimantan Timur ini menjadi barometer penting dalam proses seleksi tim inti Kutim.

Ketua Panitia, Aidil Putra, yang mewakili Ketua FAJI Kutim Pandi Widiarto, menegaskan bahwa hasil kompetisi di Sungai Poros Sangatta–Rantau Pulung Km 20 akan menjadi dasar pertimbangan mutlak dalam penentuan skuad yang akan diberangkatkan ke Porprov mendatang. Ini menunjukkan keseriusan FAJI dalam mempersiapkan kontingen yang kompetitif.
“Kita akan melihat kemampuan dan mental para atlet dalam menghadapi tantangan di sungai. Hasil dari turnamen ini akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih tim yang akan mewakili Kutim di Porprov 2026 Paser nanti,” jelas Aidil Putra.
Turnamen ini diselenggarakan dengan format yang ketat, mencakup nomor Head-to-Head (H2H) dan Slalom R4. Kedua nomor ini menuntut kombinasi kecepatan, kekompakan tim, dan kemampuan membaca arus yang deras. Lokasi Sungai Poros sendiri dikenal memiliki karakteristik arus yang menantang, sehingga memaksa atlet mengeluarkan performa terbaik mereka.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta yang datang. Mereka melihat turnamen ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah sarana evaluasi diri yang sangat berharga. Salah satu peserta dari FAJI Kutim, Andi Slamet, mengakui tantangan berat yang dihadapi di lintasan.
“Arusnya deras, tapi juga banyak jeram-jeram yang seru. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” kata Andi Slamet. Pengalaman ini vital, mengingat Porprov 2026 membutuhkan atlet dengan jam terbang tinggi dan ketahanan mental yang teruji dalam kondisi sungai yang bervariasi.
Dengan adanya turnamen terbuka ini, FAJI Kutim berharap dapat menemukan atlet-atlet baru yang potensial serta mengasah keterampilan atlet senior. Pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan melalui kompetisi yang realistik diharapkan mampu mengantarkan tim arung jeram Kutim meraih prestasi maksimal pada ajang Porprov 2026. Fokus pada pembinaan mental dan teknis menjadi kunci utama strategi FAJI dalam menyiapkan wakil terbaik Kutim di kancah olahraga provinsi. (adv/Diskominfo Kutim)




















