
SANGATTAKU – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) menargetkan olahraga di Kutim bisa meningkat dan bangkit secara signifikan pada tahun 2026. Hal ini diungkapkan Kepala Dispora, Basuki Isnawan, saat membuka Open Tournament Futsal Bupati Cup 2025 di GOR Kudungga, Kamis (13/11/2025) malam. Basuki menekankan bahwa turnamen ini merupakan bagian penting dari upaya berkelanjutan Pemkab Kutim untuk menemukan dan memoles talenta muda.

Untuk mencapai target kebangkitan tersebut, Dispora secara khusus meminta peran aktif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim dan Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Kutim. Keduanya dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam mendampingi dan membimbing atlet muda yang muncul dari kompetisi seperti Piala Bupati ini.
Basuki Isnawan menyebutkan bahwa atlet muda daerah merupakan aset strategis yang sangat berharga bagi masa depan Kutim. Pembinaan yang konsisten dan terarah adalah kunci untuk memastikan potensi tersebut dapat dimaksimalkan hingga level nasional.
“AFKAB dan KONI kami minta terus mendampingi dan membimbing adik-adik kita, karena mereka adalah aset berharga Kutim di masa depan,” ujarnya, menandaskan bahwa sinergi antara Dispora, AFKAB, dan KONI harus terus diperkuat.
Menurutnya, Kutim memiliki kekayaan potensi atlet berbakat di berbagai cabang, termasuk futsal, yang harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berkompetisi. Kompetisi yang rutin dan berkualitas, seperti Futsal Bupati Cup, menjadi jembatan bagi mereka untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding.
“Tahun 2026 sudah semakin dekat, mari kita jadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan olahraga Kutim,” tambahnya. Pernyataan ini sekaligus menjadi seruan bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk bekerja lebih keras dan fokus dalam persiapan menghadapi ajang-ajang multi-event ke depan.
Basuki berharap turnamen ini tidak hanya berhenti sebagai ajang tahunan, tetapi menjadi bagian integral dari sistem pembinaan yang terstruktur. Pembinaan yang baik akan memastikan bahwa regenerasi atlet berjalan mulus, sehingga Kutim tidak pernah kekurangan stok pemain berkualitas yang siap mewakili daerah.
Ia menambahkan bahwa pembinaan bukan hanya soal melatih fisik dan taktik, tetapi juga menanamkan karakter dan sportivitas, sejalan dengan tema utama yang ia sampaikan di acara pembukaan. Dengan mentalitas yang kuat dan etika yang baik, para atlet muda Kutim akan siap menghadapi persaingan di tingkat yang lebih tinggi.
Dispora berkomitmen penuh untuk mendukung program-program pembinaan yang diajukan oleh KONI dan AFKAB, asalkan program tersebut terukur dan berorientasi pada peningkatan prestasi jangka panjang. Kesuksesan di tahun 2026 akan menjadi indikator keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi olahraga daerah dalam mengelola potensi atlet Kutim. (adv/Diskominfo Kutim)




















