Buntut Pernyataan Edy Mulyadi, Aliansi Dayak Bersatu Desak Kapolri Tegakkan Hukum Positif dan Hukum Adat

Senin, 24 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangattaku.com – Buntut pernyataan Edy Mulyadi, yang menyebut Ibukota Negara (IKN) baru di Kalimantan sebagai ‘tempat jin buang anak’, Aliansi Dayak Bersatu (ADB) Kutai Timur (Kutim) desak Polri tegakkan Hukum Positif dan Hukum Adat.

Hari ini, Senin (24/1/2022), melalui Polres Kutai Timur, ADB melaporkan Edy Mulyadi atas pernyataannya tersebut ke Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Diterima langsung oleh Kapolres Kutai Timur, AKBP Welly Djatmoko, selain melaporkan Edy Mulyadi secara hukum positif, ADB juga mendorong Polri untuk bisa menegakkan hukum adat terhadap Edy Mulyadi.

Buntut Pernyataan Edy Mulyadi, Aliansi Dayak Bersatu Desak Kapolri Tegakkan Hukum Positif dan Hukum Adat
Ketua Aliansi Dayak Bersatu (ADB) Kutai Timur, Boy Aleksander, S Hut didampingi Sekjen ADB Kutai Timur, Ises Robby Paul serta beberapa perwakilan pengurus dan anggota ADB Kutim berfoto bersama Kapolres Kutai Timur, AKBP Welly Djatmoko sesaat setelah menyampaikan laporan atas pernyataan Edy Mulyadi cs (24/01/2022). (foto: Istimewa)

 

“Perkataan Edy Mulyadi cs yang beredar di media sosial sudah membuat kegaduhan yang luar biasa,” ucap Ketua Aliansi Dayak Bersatu, Boy Aleksander S Hut didampingi Sekjen ADB Kutim, Ises Robby Paul (24/01/2022).

Baca juga :  Petugas Lapas Samarinda Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Dalam Lapas

“Dan tentu saja hal tersebut dapat memicu perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuhnya pula.

Boy menilai, pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan ‘tempat jin buang anak’ telah merendahkan harkat dan martabat masyarakat Kalimantan, Khususnya Kalimantan Timur. “Termasuk keluarga besar ADB, yang notabene merupakan penduduk asli Kalimantan Timur. Kami merasa sangat terganggu dengan pernyataan tersebut,” tegas Boy.

Aliansi Dayak Bersatu Kutai Timur Ambil Sikap Tegas, Hukum Adat Harus Ditegakkan

Buntut Pernyataan Edy Mulyadi, Aliansi Dayak Bersatu Desak Kapolri Tegakkan Hukum Positif dan Hukum Adat
Tuntutan ADB Kutim atas pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai telah merendahkan harkat dan martabat masyarakat Kalimantan. (foto: Istimewa)

Boy melanjutkan, maka dari itu, ADB Kutim menuntut beberapa hal yang termaktub dalam lima poin yang disampaikan kepada Kapolres Kutim, berisi sebagai berikut:

  • A. Kami mendorong kepada Kepolisian Republik Indonesia agar segera melakukan tindakan hukum kepada yang bersangkutan dan kawan-kawan, serta mencari siapa dalang di balik pernyataan itu;
  • B. Segera melakukan pemanggilan terhadap saudara Edy Muliyadi agar mempertanggungjawabkan apa yang sudah diucapkan secara hukum;
  • C. Mendorong agar yang bersangkutan melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf juga melalui media massa nasional dan daerah baik cetak maupun elektronik dengan tetap menjalankan proses hukum secara aturan perundang-undangan yang berlaku;
  • D. Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk membawa saudara Edy Muliyadi agar mempertanggungjawabkan secara hukum adat Dayak di hadapan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur dan Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT);
  • C. Mengutuk keras saudara Edy Muliyadi dan semua kawan-kawannya yang memecah belah persatuan dan menyebarkan kebencian, serta merendahkan martabat masyarakat Kalimantan Timur.
Tuntutan ADB Kutim atas pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai telah merendahkan harkat dan martabat masyarakat Kalimantan. (foto: Istimewa)
ADB Kutim menurunkan massa di Sekretariat ABD Baiturahim Sangatta, sekaligus menyatakan sikap atas pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut IKN Kalimantan tempat ‘jin buang anak’ (24/01/2022). (foto: Istimewa)

“Kami melaporkan secara resmi hukum positif, dan meminta Kapolri menghadirkan Edy Mulyadi di depan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur dan PDKT (Persekutuan Dayak Kalimantan Timur) untuk menjalankan hukum Adat Dayak,” tegas Boy.

“Hal tersebut karena sudah sangat merendahkan dan menghina kami semua warga Kaltim,” Boy Aleksander kembali menegaskan, didampingi Ises Robby Paul dan juga massa ADB yang turut berkumpul di Seketariat ADB Baiturahim Sangatta.

“Kami berharap laporan ini dapat ditindaklanjuti dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, sebagai bentuk kepedulian dan penegakan hukum terhadap oknum yang melakukan kegiatan yang diduga intoleransi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan tersebut,” pungkas Boy.(*/)

1.3kDibaca

Berita Terkait

Pererat Sinergitas, Danbrigif 32/Mangkalihat Kunjungi Mapolres Kutai Timur
Dekatkan Diri dengan Warga, Polres Kutim Hadirkan Stand Expo Informatif di Bukit Pelangi
Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham
Rakor JIGD se-Kaltim 2026, Idham Cholid dan Muhaimin Dorong Penguatan Data Geospasial untuk Pembangunan
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:09 WITA

Pererat Sinergitas, Danbrigif 32/Mangkalihat Kunjungi Mapolres Kutai Timur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:29 WITA

Dekatkan Diri dengan Warga, Polres Kutim Hadirkan Stand Expo Informatif di Bukit Pelangi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Rakor JIGD se-Kaltim 2026, Idham Cholid dan Muhaimin Dorong Penguatan Data Geospasial untuk Pembangunan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Berita Terbaru

Pendidikan & Sosial Kebudayaan

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Rabu, 14 Okt 2026 - 08:45 WITA