Sempat Mengemuka Dalam Protes, DPRD Kutim Dorong Pemkab Bangun Lapas

Selasa, 22 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangattaku.com – Sempat Mengemuka Dalam Protes, DPRD Kutim Dorong Pemkab Bangun Lapas. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Timur ( DPRD Kutim) turut menyoroti fasilitas umum yakni infrastruktur lembaga pemasyarakatan (Lapas). Mengingat belum adanya fasilitas Lapas di Kabupaten Kutim, padahal keberadaannya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ketua Komisi D DPRD Kutim, Yan, mendorong pemerintah daerah agar warga Kutim yang tersandung masalah hukum, tidak perlu lagi ditempatkan di lapas luar daerah.

Sempat Mengemuka Dalam Protes, DPRD Kutim Dorong Pemkab Bangun Lapas
Ketua Adat Besar Kutai, Afdal Nanang (on mic) saat hearing mewakili Aliansi Masyarakat Kutai Timur beberapa waktu lalu, menyampaikan perihal belum adanya Lapas di Kutim. (bl/sangattaku)

DPRD Kutim mendorong pemerintah untuk membangun lapas ini, menjelaskan untuk ketersediaan lahannya tentu saja ada.

“Hanya tinggal menunggu pemerintah daerah bagaimana ini untuk realisasinya,” ucapnya, Selasa (22/11/2022).

Yan berharap, lahan-lahan yang sudah dibebaskan pemerintah daerah betul-betul bisa dimanfaatkan untuk membangun lapas. Sebab anggaran yang digunakan untuk pembebasan itu bukan uang yang sedikit.

“Ini lahan-lahan sudah kita beli tapi tidak dimanfaatkan, itu mubazir namanya. Banyak biaya yang terpendam di situ,” ujarnya.

Yan mengungkapkan, pihaknya pernah didatangi wakil rakyat dari Kota Bontang, untuk membahas terkait warga Kutim yang berada di lapas Bontang. Uang menjelaskan, pertemuan itu di dalamnya membahas terkait masalah pelayanan dan biaya kesehatan.

Laporan terakhir, warga Kutim yang berada di lapas Bontang lebih dari 100 orang.

Tak hanya itu, ternyata lembaga Adat Besar Kutai juga pernah memprotes terkait belum adanya ketersediaan lapas di Kutim. “Ini sudah 20 tahun lebih Kutim berdiri, tetapi warga kita masih numpang dipenjaranya tetangga,” sebut Ketua Adat Besar Kutai, Afdal Nanang saat itu.

“Itulah kami tetap mendorong adanya pembangunan lembaga pemasyarakatan ini,” ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Kutim, Yan, mendorong pemerintah daerah agar warga Kutim yang tersandung masalah hukum, tidak perlu lagi ditempatkan di lapas luar daerah.(*/bl)

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru