Hadiri Forum Investasi Kutim, Joni: Fasilitas Investasi Sudah Tersedia, Pabrik Hilirisasi Harus di Kutim

Selasa, 11 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Joni, menghadiri Forum Investasi Kutai Timur yang digelar di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, pada Senin (10/6/2024). Dalam kesempatan tersebut, Joni menegaskan pentingnya pembangunan pabrik hilirisasi bagi para investor yang berencana untuk berinvestasi di Kutim.

Joni menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim telah menyiapkan fasilitas yang diperlukan untuk mendukung investasi, termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy. Ia menegaskan bahwa pembangunan pabrik hilirisasi di Kutim merupakan hal yang wajib bagi investor.

“Pemerintah sudah mempersiapkan fasilitasnya. Bagi saya, adalah wajib bagi investor untuk membangun hilirisasi di Kutim, di mana mereka beroperasi atau berkebun. Kami dari legislatif sangat mendukung jika ada perusahaan yang berinvestasi di Kutim. Kami berharap mereka membangun hilirisasinya di sini, bukan di tempat lain,” ujar Joni.

Joni juga mengingatkan bahwa Kutim pernah mengalami kerugian karena beberapa perusahaan sawit memilih membangun pabrik di luar wilayah, seperti di Bontang, akibat minimnya fasilitas yang tersedia pada saat itu. Namun, dengan adanya fasilitas yang telah dibangun, Joni menegaskan tidak ada alasan lagi bagi perusahaan untuk membangun pabrik di luar Kutim.

“Kami sebelumnya tidak bisa memaksa dan belum menyiapkan fasilitas. Kini, dengan fasilitas yang sudah disiapkan, tidak ada alasan lagi untuk membangun di luar. Hilirisasi harus dilakukan di Kutim, bukan di luar. Itu adalah harapan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Joni meminta Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, untuk mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang tidak mematuhi aturan tersebut.

“Saya akan menyampaikan kepada Bupati untuk membuat kebijakan yang lebih tegas. Kami yang memiliki wilayah, kami yang mengatur. Jika perlu, keluarkan edaran bupati atau peraturan bupati (perbup) dan bahkan peraturan daerah (perda) untuk mewajibkan pembangunan pabrik di Kutim,” pungkas Joni. (AD01/ DPRD)

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru