Pemkab Kutim Siapkan Relokasi Pasar Sangkulirang Pasca Kebakaran, Pembangunan Direncanakan 2025

Senin, 13 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyatakan komitmennya untuk menangani dampak kebakaran pasar di Sangkulirang yang terjadi tahun lalu. Sebagai langkah awal, Disperindag telah melakukan rehabilitasi darurat dengan mengalokasikan anggaran untuk mendirikan tenda-tenda sementara di atas lahan yang sudah diuruk.

“Kami telah melakukan pergeseran anggaran tahun lalu untuk mendirikan tenda-tenda darurat sebagai lapak sementara di tepi laut. Langkah ini dilakukan untuk mendukung aktivitas pedagang pascakebakaran,” ujar Kepala Disperindag, Nora Ramadani, saat ditemui awak media pada Senin, 13 Januari 2025.

Kepala Disperindag, Nora Ramadani (kanan) didampingi Kepala Bidang Dalam Negeri, Erwin Pratama (kiri) (*/MK)

Menindaklanjuti arahan Bupati Kutai Timur, Disperindag Kutai Timur diminta untuk mengkaji kelayakan pasar di atas laut yang terbakar dengan mempertimbangkan relokasi ke lokasi baru di daratan.

“Ada wacana untuk memindahkan pasar ini ke lokasi baru di daratan. Lokasi tersebut sudah tersedia, bahkan merupakan hibah dari masyarakat. Tahun lalu kami sudah melakukan pengerasan lahan sebagai persiapan,” imbuhnya.

Rencana relokasi ini tidak lepas dari komunikasi intensif dengan masyarakat, termasuk pedagang terdampak. “Kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pembangunan. Hal ini penting agar ada dukungan penuh dari semua pihak,” terang Nora yang didampingi Kepala Bidang Dalam Negeri, Erwin Pratama juga JF Pengawas Perdagangan, Achmad Dony Erviady.

Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah memastikan pasar baru tidak menjadi kawasan terbengkalai atau dikenal sebagai “pasar mati” oleh karena itu, komunikasi dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan rencana ini.

Berdasarkan data, sekitar 350 hingga 400 kios hangus terbakar dalam kejadian tersebut, 78 kios dimiliki pemerintah karena statusnya sebagai lapak sewa, sementara sisanya dimiliki secara pribadi.

Baca Juga  Sinergi TAPD dan OPD dalam Rapat Pimpinan Pemkab Kutai Timur Terjemahkan Visi Misi Kepala Daerah ke dalam Rencana Kerja

“Kami tidak bisa memaksa pemilik kios pribadi untuk pindah, tapi prioritas kami adalah membantu penyewa lapak yang terdampak,” jelas Nora lebih lanjut.

Bantuan kepada pedagang terdampak kebakaran telah diberikan sejak awal musibah melalui partisipasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), perusahaan swasta, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bantuan tersebut mencakup penyediaan tenda dan lapak sementara dengan memastikan pemasangannya tidak merusak lingkungan, seperti tidak memasang tiang-tiang baru di laut.

“Kami menguruk tanah di area eks kebakaran, agar di atasnya dapat didirikan tenda sarnavyl sebagai lapak kios sementara, sehingga mereka tidak harus membangun dan menancap kan tiang baru di atas perairan, sehingga bila sewaktu2 relokasi dilakukan, tidak perlu ada pembongkaran,” pungkasnya.

Jika sudah ada persetujuan dari bupati pembangunan pasar baru di lokasi relokasi akan dimulai pada tahun 2025. Pemerintah berharap relokasi ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan aktivitas ekonomi pedagang di Sangkulirang berjalan lebih aman dan nyaman. (*/MK)

1.3kDibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru