Proses Efisiensi Anggaran Kutai Timur Masih Menunggu Pedoman Kementerian Keuangan

Senin, 10 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Jimmi, menyatakan bahwa proses efisiensi anggaran daerah masih menunggu pedoman resmi dari Kementerian Keuangan. Hal ini disampaikannya dalam wawancara seusai rapat dengar pendapat (hearing) pada Rabu, 10 Februari 2025, yang membahas pergeseran dan pengurangan anggaran yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi (*/MK)

Menurut Jimmi, pembahasan mengenai efisiensi anggaran telah dibahas secara umum, termasuk rencana pemangkasan biaya perjalanan dinas (SPPD) dalam persentase tertentu. Namun, rincian mengenai pos anggaran mana saja yang akan mengalami efisiensi masih belum ditetapkan karena belum ada pedoman resmi dari pemerintah pusat.

“Keputusannya kemarin baru sebatas gambaran umum, misalnya SPPD dikurangi sekian persen. Tapi kita masih menunggu pedoman lebih lanjut dari Kementerian Keuangan,” ujar Jimmi.

Selain efisiensi anggaran, pergeseran anggaran juga menjadi pembahasan rutin setiap tahunnya. Namun, kepastian mengenai jumlah anggaran yang akan digeser masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Total anggaran yang ditetapkan sebelumnya sekitar Rp11,15 triliun, dan kini diperkirakan menjadi sekitar Rp7 triliun lebih. Ada sekitar Rp3,5 triliun yang dipertimbangkan untuk dilakukan efisiensi atas arahan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, DPRD Kutai Timur dijadwalkan melanjutkan pembahasan pada 1 Maret untuk meninjau hasil review dari Inspektorat terkait potensi utang dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). Jimmi menyebutkan bahwa hingga saat ini, besaran potensi utang dan SiLPA masih belum teridentifikasi secara pasti.

Dalam pembahasan mendatang, DPRD akan menyoroti utang yang dimiliki oleh tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jimmi mengungkapkan bahwa sebagian besar utang tersebut berasal dari proyek fisik yang melibatkan pihak ketiga.

Baca Juga  Peringatan ke-52 HKG PKK, Ardiansyah Sulaiman Dorong Penguatan Peran PKK dalam Atasi Masalah Sosial

“Rata-rata utangnya terkait proyek fisik yang melibatkan pihak ketiga. Total utang dari tujuh OPD tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,3 triliun,” pungkasnya. (*/MK)

1.0kDibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru