DTPHP Kutim Bantu Benih dan Petakan Daerah Rawan Banjir Demi Jaga Produktivitas Petani

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur bergerak cepat menangani dampak banjir yang berulang di sejumlah wilayah pertanian. Banjir yang terjadi sejak awal tahun 2025 menyebabkan banyak petani di Sangatta Selatan dan Bengalon mengalami gagal tanam hingga empat kali.

“Kita turut prihatin, kita juga merasakan bagaimana susahnya petani yang sampai empat kali semai, empat kali baru tanam, sudah banjir lagi,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutai Timur, Dessy Wahyu Fitrisia, saat dikonfirmasi terkait upaya dinas terhadap persoalan petani yang terdampak, Rabu, 11 Juni 2025.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutai Timur, Dessy Wahyu Fitrisia (MMP)

Sebagai bentuk dukungan, kata Dessy, DTPHP memberikan bantuan benih secara langsung kepada petani terdampak setiap kali mereka mengalami gagal tanam akibat banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban petani agar tetap bisa melanjutkan aktivitas pertanian.

Dessy juga menyebut pihaknya tengah menyiapkan langkah jangka panjang berupa pemetaan daerah rawan banjir. Fokusnya diarahkan ke kawasan persawahan yang belum memiliki sistem irigasi yang memadai.

“Mudah-mudahan bisa tersinkronisasi dengan PU, bagaimana supaya dibikin konsep bagaimana jaringan irigasi atau pintu air sehingga petani enggak selalu mengalami kebanjiran,” jelasnya.

Beberapa wilayah seperti Kaubun, Kongbeng dan Long Sangat dinilai lebih aman dari banjir karena sudah memiliki jaringan irigasi yang membantu mengendalikan air hujan. Namun di wilayah lain yang belum tertangani, banjir masih menjadi ancaman serius dan berulang tiap tahun terhadap produktivitas pertanian.

Dengan kombinasi langkah darurat dan strategi jangka panjang, DTPHP berharap petani Kutai Timur tetap mampu menjaga hasil panen mereka. Sektor pertanian diharapkan tetap menjadi penopang ketahanan pangan daerah, meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim. (MMP)

Berita Terkait

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi Raih Peringkat 2 Nasional PKN II, Gagas Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Senin, 1 Desember 2025 - 17:11 WITA

Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang

Berita Terbaru