RSUD Kudungga Siapkan Ruang Isolasi Antisipasi Munculnya Kasus COVID-19 Baru

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Terkait surat edaran dari Kementerian Kesehatan mengenai kewaspadaan Rumah Sakit (RS) di Indonesia atas munculnya kembali kasus COVID-19 di beberapa negara, termasuk kabar yang beredar bahwa di Samarinda ada dua orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan salah satunya ber-KTP Kabupaten Kutai Timur, pihak RSUD Kudungga Kabupaten Kutai Timur memberikan tanggapan.

Direktur RSUD Kudungga, Muhammad Yusuf (*/MMP)

Direktur RSUD Kudungga, Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala aspek, mulai dari pemetaan ruangan hingga penanganan oleh dokter spesialis yang menangani penyakit tersebut.

“Untuk kamar ruang isolasi, seandainya ada pasien, sudah ada beberapa ruangan yang kami siapkan,” ujarnya via telepon WhatsApp, Selasa, 10 Juni 2025.

Namun, untuk pemeriksaan laboratorium seperti PCR dan antigen, saat ini belum tersedia karena persediaan terakhir ada pada tahun 2022.

“PCR dan antigen kami masih ada, tapi sudah expired. Kami sedang berkomunikasi dengan pihak penyedia antigen dan reagen PCR. Namun memang barangnya belum ready,” jelas Yusuf.

Menurutnya, untuk mendeteksi pasien yang terindikasi COVID-19, minimal harus dengan hasil rapid antigen yang positif. Yusuf mengakui bahwa RSUD Kudungga masih mengalami keterbatasan alat dan berharap Dinas Kesehatan dapat membantu proses pengadaannya. Menurutnya, Dinas Kesehatan memiliki jaringan yang lebih kuat dengan Kementerian Kesehatan.

“Sebenarnya kami juga sudah berupaya mencari ke beberapa vendor, tapi informasi terakhir masih sulit mendapatkan barangnya, masih kosong,” imbuhnya.

Meski demikian, Yusuf mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Berdasarkan informasi yang diterima, dua orang yang terindikasi COVID-19 di Samarinda tersebut sebelumnya memiliki penyakit bawaan dan kemudian terinfeksi COVID-19.

“Sementara prosedur tetap kita laksanakan. Kami terus edukasi pegawai dan pasien untuk selalu memakai masker, terutama saat kondisi kurang fit. Jika ada gejala demam atau batuk, kami sarankan untuk tidak bekerja dulu,” pungkas Yusuf. (MMP)

Baca Juga  Buka Advokasi Surveilans PD3I, Ardiansyah Tekankan Pentingnya Imunisasi

859Dibaca

Berita Terkait

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi Raih Peringkat 2 Nasional PKN II, Gagas Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Senin, 1 Desember 2025 - 17:11 WITA

Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang

Berita Terbaru