
SANGATTAKU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Disdikbud Kutim) secara resmi mengumumkan penetapan 35 sekolah sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) untuk tahun 2024. Program ini digulirkan sebagai upaya percepatan transformasi digital dalam ekosistem pendidikan di Kutai Timur melalui adopsi penuh platform Google for Education.
Sekolah-sekolah yang terpilih sebagai kandidat ini tersebar di sembilan kecamatan, termasuk Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Kaliorang, Rantau Pulung, Teluk Pandan, Kaubun, Muara Wahau, dan Komben. Penetapan ini menandai langkah serius Disdikbud Kutim dalam memastikan bahwa fasilitas pendidikan dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yudiwa, menjelaskan bahwa program KSRG tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hingga tahap kedua pelaksanaan program, tercatat sebanyak 957 guru dan tenaga kependidikan di Kutim telah mengikuti serangkaian pelatihan, termasuk bootcamp Sertifikasi Google Level Zero (L0).
Namun, untuk dapat melangkah dari status kandidat menuju sekolah rujukan penuh, setiap sekolah diwajibkan memenuhi standar kualifikasi yang ketat. Kualifikasi tersebut mencakup dua aspek utama, yaitu kompetensi guru dan ketersediaan sarana pendukung.
“Dari peserta L0, minimal 30 persen harus lulus sertifikasi Level 1 sebagai syarat menuju sekolah rujukan,” jelas Irma, Jumat (14/11/25).
Persyaratan kualifikasi tersebut menekankan pentingnya penguasaan teknologi dasar Google Workspace for Education yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Sertifikasi Level 1 ini menjadi indikator kesiapan guru dalam mengintegrasikan alat-alat digital tersebut secara efektif.
Selain itu, sekolah kandidat juga wajib melengkapi sarana dan prasarana pendukung transformasi digital. Salah satu syarat kunci adalah penyediaan 60 unit Chromebook. Perangkat ini dialokasikan untuk mendukung dua rombongan belajar percontohan, memastikan bahwa proses pembelajaran yang inovatif dapat berjalan optimal dengan ketersediaan perangkat yang memadai.
Irma menegaskan bahwa penyediaan perangkat belajar ini selaras dengan kebutuhan implementasi kurikulum terbaru yang mengedepankan konsep deep learning. Dengan penguatan SDM yang teruji melalui sertifikasi dan ketersediaan perangkat yang merata, Disdikbud Kutim optimistis implementasi transformasi digital dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur, sekaligus mempersiapkan generasi muda menyongsong bonus demografi 2035. (adv/Diskominfo Kutim)




















