
SANGATTAKU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur (Kutim) telah merancang strategi komprehensif untuk meningkatkan kapasitas desa melalui tiga program utama kerjasama yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026. Fokus utama dari program ini adalah mengoptimalkan potensi desa meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kabid Kerjasama Desa DPMDes, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa ketiga program unggulan yang disiapkan mencakup kerjasama antar desa, kerjasama desa dengan pihak ketiga, serta inisiatif pembangunan kawasan perdesaan. Program ini dirancang untuk mencakup seluruh desa di Kutai Timur, memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat merata.

Zainal menyebutkan bahwa dua dari tiga kegiatan yang direncanakan merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang dinilai sukses. Sementara itu, satu kegiatan sempat ditiadakan anggarannya karena pertimbangan efisiensi waktu dalam periode sebelumnya. “Jadi anggarannya tidak masuk ke tempat kami. Tahun depan baru ada tiga kegiatan,” ujar Zainal, memastikan bahwa ketiga bidang tersebut akan kembali diaktifkan secara penuh.
Dalam menghadapi tantangan anggaran yang ketat, DPMDes menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak ketiga. Program kerjasama desa ini secara spesifik mencakup pendampingan untuk pengelolaan potensi desa, manajemen dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, hingga kolaborasi di bidang pendidikan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.
Zainal menegaskan bahwa sebagian besar program ini bersifat non-APBN. Oleh karena itu, kemampuan DPMDes dan pemerintah desa untuk berkoordinasi dan menjalin Memorandum of Understanding (MOU) dengan pihak swasta dan akademisi menjadi kunci utama kelangsungan dan kesuksesan program. DPMDes berkomitmen untuk terus mendampingi proses administrasi dan dokumentasi kerjasama ini.
Langkah strategis DPMDes ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada dana pemerintah pusat dan daerah, serta memaksimalkan sumber daya lokal yang ada. Pembangunan kawasan perdesaan, misalnya, telah menunjukkan hasil nyata. Pada tingkat provinsi, Kecamatan Teluk Pandan dan Sangat Selatan berhasil meraih juara dalam lomba pembangunan kawasan perdesaan yang diselenggarakan di Balikpapan, menyoroti efektivitas pendekatan kerjasama desa ini.
Prestasi ini, menurut Zainal, menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, desa-desa mampu bersinergi dan menciptakan kemajuan signifikan. Meskipun alokasi anggaran daerah untuk tahun 2026 sangat terbatas, DPMDes tetap berjanji untuk bekerja optimal. “Meski anggaran terbatas, kami tetap optimalkan program agar manfaatnya sampai ke masyarakat,” tutup Zainal, menekankan komitmen mereka untuk tetap memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik. (adv/Diskominfo Kutim)




















