
SANGATTAKU – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Open Tournament Futsal Bupati Cup 2025 yang baru dibuka merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam upaya mencetak atlet daerah berprestasi. Konsistensi dalam menyelenggarakan ajang olahraga menjadi kunci utama untuk memastikan potensi atlet lokal tidak terbuang sia-sia.
Turnamen futsal yang secara resmi dibuka di Gedung Olahraga (GOR) Kudungga, Kamis (13/11/2025) malam tersebut, disoroti Bupati sebagai platform penting bagi para atlet untuk menguji kemampuan mereka yang telah diasah melalui latihan. Menurut Ardiansyah, percuma bagi seorang atlet jika hanya berlatih tanpa memiliki kesempatan untuk berkompetisi secara resmi.

“Kita berharap dengan semakin banyaknya event seperti ini, para atlet yang sudah berlatih bisa menunjukkan hasilnya. Kalau atlet sudah berlatih tapi tidak bertanding, untuk apa latihan itu dilakukan,” ungkap Ardiansyah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Pemkab Kutim telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan olahraga sejak tahun 2021. Sejak periode tersebut, pemerintah daerah secara konsisten menggelar berbagai turnamen di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Kehadiran turnamen ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang hiburan semata, melainkan memiliki misi strategis untuk menjaga semangat olahraga di kalangan masyarakat, sekaligus memfasilitasi seleksi alam bagi bibit-bibit unggul. Mengingat pentingnya peran Dispora, Bupati memberikan instruksi langsung kepada Kepala Dinas dan jajarannya untuk menjalankan peran pemantauan secara aktif.
“Dispora dan para pelatih harus melihat, siapa saja atlet Kutim yang bisa dibina lebih lanjut untuk memperkuat tim daerah ke depan,” tambah Ardiansyah.
Meskipun berkomitmen tinggi, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf terkait penundaan jadwal pembukaan turnamen futsal tersebut. Penundaan sehari dilakukan akibat padatnya agenda kegiatan pemerintah daerah. Sebelum membuka turnamen futsal, Bupati mengakui jadwalnya sangat padat, termasuk perjalanan dan pembukaan kegiatan lain.
“Saya minta maaf karena seharusnya pembukaannya kemarin, tapi saya masih berada di perjalanan dan baru tiba malam sekitar pukul setengah dua. Pagi tadi juga saya membuka kegiatan arung jeram di kilometer 24, dan sebentar lagi kita juga punya Voli Open Tournament,” ujar Ardiansyah menjelaskan padatnya mobilitas dan komitmennya terhadap beragam event olahraga di Kutim.
Keberlanjutan dukungan Pemkab terhadap olahraga juga diapresiasi oleh Ketua Panitia Arham. Dalam laporannya, Arham menyampaikan terima kasih atas sokongan penuh dari Bupati dan Kadispora yang telah men-support kegiatan olahraga melalui program Dispora. Dukungan ini memastikan bahwa agenda olahraga di Kutim dapat terus berjalan setiap tahun. Dengan event yang terencana dan rutin, diharapkan kualitas atlet futsal Kutim dapat terus meningkat hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (adv/Diskominfo Kutim)




















