Pemkab Kutim Siapkan Bantuan Rumah Produksi untuk UMKM yang Terkendala PIRT

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membuka peluang bantuan pembangunan rumah produksi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengalami kesulitan memenuhi syarat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Bantuan ini menjadi alternatif setelah banyak UMKM mengaku keberatan dengan ketentuan wajibnya dapur produksi terpisah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Darsafani. (M2P/sangattaku)

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Darsafani, menjelaskan bahwa syarat tersebut bersifat wajib karena berkaitan dengan standar higienitas. Penilaian kelayakan dapur produksi dilakukan sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan.

“Itu memang syarat resmi PIRT. Dapur produksi tidak boleh menyatu dengan dapur rumah tangga. Semua harus higienis dan akan dinilai oleh Dinas Kesehatan. Kalau tidak ada rekomendasi mereka, kami tidak bisa menerbitkan PIRT,” ujar Darsafani, Kamis (20/11/25).

Ia menegaskan pemenuhan standar bukan formalitas, karena pelaku usaha dapat dikenai sanksi jika tetap memproses izin tanpa kelayakan yang ditetapkan. “Kalau tidak sesuai standar, nanti bisa kena blacklist,” jelasnya.

Sebagai solusi, pemerintah menyediakan opsi bantuan rumah produksi melalui Dinas Koperasi maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Menurut Darsafani, bantuan serupa pernah direalisasikan pada sejumlah pelaku usaha.

“Dulu waktu saya di koperasi, kami bangunkan beberapa rumah produksi: aren, bambu, cokelat. Bisa untuk kelompok, bisa juga untuk perorangan kalau usahanya cukup besar,” ungkapnya.

Selain jalur dinas teknis, pengajuan bantuan juga dapat dilakukan melalui aspirasi DPRD. Pembangunan rumah produksi biasanya dikoordinasikan melalui koperasi.

Darsafani menyebut satu syarat utama yang harus dipenuhi pelaku UMKM, yakni ketersediaan lokasi, baik milik pribadi, kelompok, maupun desa. Setelah dibangun, rumah produksi akan dihibahkan kepada pelaku usaha.

Baca Juga  Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan

“Yang penting ada lokasi. Kalau itu ada, bisa dibangunkan rumah produksi. Habis itu, mereka tidak bisa lagi bilang tidak punya tempat,” tegasnya.

Ia memastikan pemerintah tetap berkomitmen membantu UMKM memenuhi standar PIRT guna meningkatkan kualitas produk mereka. “Intinya, pemerintah membantu. Tinggal pelaku usaha mau mengusulkan atau tidak,” pungkasnya. (adv/Diskominfo Kutim)

775Dibaca

Berita Terkait

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru