Diskominfo Staper Kutim Gelar FGD Final Pengembangan SOP SP4N LAPOR

Selasa, 18 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baner Kominfo

SANGATTAKU – Setelah sebelumnya mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) SP4N LAPOR Kutai Timur (Kutim), Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) kembali melaksanakan Fokus Group Diskusi Final untuk membahas pengembangan SOP SP4N LAPOR. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Poniso Suryo Renggono di Ruang D’Longe, Hotel Royal Victoria pada Selasa (18/07/2023).

Dalam pembukaan kegiatan, Asisten Pemkesra Poniso Suryo Renggono menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mendukung target kerja pengelolaan layanan pengaduan yang tertuang dalam rencana aksi pengelolaan pengaduan SP4N LAPOR.

Asisten Pemkesra Sekkab Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono. (*/ist)

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Kutim Nomor 555/K.644/2022 yang menetapkan Rencana Aksi Sistem Pengelolaan Pelayanan Pengaduan Publik Nasional Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR) Tahun 2022-2026 (Renaksi).

“Dalam rangka menjelaskan langkah-langkah yang perlu dijalankan dalam menanggapi setiap aduan yang diterima, diperlukan penataan tata laksana pengelolaan pengaduan. SOP SP4N LAPOR diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pengaduan dan kinerja pengelolaan pengaduan organisasi di lingkungan Pemkab Kutim,” ujar Poniso.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Diskominfo Staper Kutim, Rasyid, mewakili Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ery Mulyadi, menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan LAPOR! sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013.

Hal ini bertujuan untuk merealisasikan kebijakan “No Wrong Door Policy” yang menjamin hak masyarakat, sehingga setiap pengaduan dari berbagai sumber akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya.

Kegiatan Fokus Group Diskusi Final ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan FGD pengembangan SOP yang telah dilaksanakan sebelumnya pada tanggal 7 hingga 8 Juni 2023, di Hotel Mercure Samarinda. Pada hari ini, jumlah tim yang hadir mengalami penyusutan dari 38 orang menjadi 24 orang dari berbagai unsur perangkat daerah. (ADV01/ DISKOMINFO STAPER)

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru