Distribusi BBM Pertalite di Kutai Timur Masih Banyak Masalah, Ubaldus Badu Desak Pemerintah Ambil Tindakan

Rabu, 3 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa wilayah Kutai Timur (Kutim) masih menjadi persoalan serius. Kecamatan Bengalon, Kaubun, dan Karangan menjadi daerah yang paling terdampak, dengan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Masalah ini mendapat perhatian khusus dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Ubaldus Badu.

Ubaldus Badu, yang merupakan kader Partai Nasdem, mengaku telah menerima banyak laporan dari warga setempat terkait sulitnya mendapatkan BBM, terutama Pertalite. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa meskipun BBM tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), masyarakat tetap harus mengantre dalam waktu lama. Ironisnya, antrean lebih sering didominasi oleh pembawa jeriken, yang dinilai lebih diutamakan dibandingkan kendaraan pribadi.

“Saya mendapat laporan dari masyarakat bahwa untuk mendapatkan BBM sangat sulit. Bahkan ketika BBM tersedia di SPBU, masyarakat tetap harus mengantre lama, karena yang lebih diutamakan untuk diisi adalah pembawa jeriken,” ungkap Ubaldus Badu belum lama ini.

Menanggapi situasi tersebut, Ubaldus Badu berharap agar dinas terkait segera mengambil langkah cepat untuk menemukan solusi terbaik. Jika masalah ini terus berlanjut tanpa ada penanganan serius, dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

“Saya berharap dinas terkait bisa segera mencarikan solusi atas masalah ini, karena dari laporan masyarakat, jelas bahwa jeriken lebih diutamakan daripada kendaraan. Ini adalah masalah yang harus segera diatasi,” tegas Ubaldus Badu, anggota Fraksi Partai Nasdem.

Lebih lanjut, Ubaldus Badu menekankan pentingnya pemerintah untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi ini. Menurutnya, pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk menekan potensi kecurangan dalam distribusi BBM dan mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas masalah ini.

Baca Juga  Sudirman Latif Ajak Ibu-ibu Kutai Timur Tingkatkan Literasi Anak-anak

“Pemerintah seharusnya segera mengambil tindakan tegas terhadap kasus ini. Dalang di balik carut marutnya distribusi BBM harus diungkap,” tambah Ubaldus Badu. (AD01/ DPRD)

886Dibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru