Serap Aspirasi Warga Dapil II Kutai Timur, Infrastruktur dan UMKM Jadi Prioritas

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Setelah tiga hari melaksanakan reses di tiga titik, mulai tanggal 14 November hingga 17 November 2024 di Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi wilayah Sangkima kemudian Teluk Pandan dan Bengalon, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Leny Susilawati Anggraini menyerap berbagai keluhan dan aspirasi warga setempat.

Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Leny Susilawati Anggraini (*/MK)

Keluhan utama yang disampaikan oleh masyarakat di Dapil II adalah mengenai kondisi jalan yang rusak parah dan saluran air yang tidak memadai. “Di kawasan Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Bengalon banyak infrastruktur jalan dan parit yang masih dalam kondisi buruk,” ujar Leny saat diwawancarai awak media Selasa, 19 November 2024 Pukul 00.43 WITA di depan Q Hotel, Jalan Thomas Square, Yos Sudarso II No.17, Sangatta Utara.

Lebih lanjut, Leny menyampaikan persoalan air bersih juga masih menjadi keluhan utama, dikarenakan PDAM di wilayah tersebut belum masuk. “Jadi mereka mengusulkan minta sumur bor, tetapi air yang dihasilkan sumur bor itu belum layak konsumsi. Kalau untuk keperluan mandi saya rasa masih bagus,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama warga juga mengajukan sejumlah usulan, terutama dari golongan ibu-ibu yang memiliki Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meminta agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan UMKM.

Selaras dengan hal itu, menurut politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), adanya kegiatan event-event yang melibatkan UMKM oleh dinas-dinas terkait adalah bentuk upaya penumbuhan ekonomi masyarakat, dengan catatan bahwa UMKM yang dilibatkan harus UMKM lokal.

“Karena saya dapat laporan nih, dari beberapa teman ngomong bahwa UMKM yang terlibat adalah UMKM bukan dari Kutai Timur, itu sangat disayangkan. Ini event kita buat di Kutai Timur dan harus dimanfaatkan masyarakat Kutai Timur,” pungkas wanita kelahiran 1984. (AD01/ DPRD)

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru