DPRD Kutai Timur Gelar Rapat Paripurna Bahas Raperda Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS

Kamis, 27 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur menggelar Rapat Paripurna ke-27 dan 28 Masa Persidangan ke-2 Tahun Sidang 2024-2025 pada Kamis, 27 Februari 2025. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, didampingi Wakil Ketua I, Sayid Anjas, serta Wakil Ketua II, Prayunita Utami.

Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Poniso Suryo Renggono, yang mewakili Bupati Kutai Timur, serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rapat ini membahas persetujuan bersama antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif DPRD mengenai Pedoman Penanggulangan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) di daerah.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menegaskan bahwa regulasi ini penting sebagai dasar kebijakan perlindungan masyarakat serta upaya untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS dan IMS.

“Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS harus dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan, melalui peningkatan perilaku hidup sehat, pencegahan penularan, pengobatan, serta perlindungan hak individu yang terdampak,” ujarnya.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda, dr Novel Tyty Paembonan (*/MMP)

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda, dr Novel Tyty Paembonan, melaporkan bahwa tim telah bekerja sejak pembentukan Pansus dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah, Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia serta Kelompok Dukungan Sebaya KPC.

Selain itu, pada 23 dan 26 Juni 2024, tim Pansus juga melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Novel menjelaskan bahwa Bali dipilih sebagai lokasi studi banding karena dianggap berhasil dalam penanganan HIV/AIDS.

“Provinsi Bali merupakan salah satu daerah yang berhasil dalam penanganan HIV/AIDS. Berdasarkan studi banding, ada beberapa poin penting yang bisa diterapkan di Kutai Timur,” jelasnya.

Baca Juga  Faizal Rahman Respon Positif Program WDP KPC

Dari hasil studi banding tersebut, ditemukan beberapa poin penting dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Salah satunya adalah keterlibatan seluruh unsur, termasuk pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli HIV serta komunitas terkait, agar langkah-langkah pencegahan dan penanganan dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, LSM yang terlibat dalam program ini harus memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Kesehatan, puskesmas atau rumah sakit untuk memastikan koordinasi yang lebih baik dalam menangani kasus HIV/AIDS. Dari segi pendanaan, upaya penanggulangan HIV/AIDS dapat dibiayai melalui berbagai sumber, termasuk perbankan dan Global Fund, guna memastikan keberlanjutan program yang dijalankan.

“Sementara itu, dalam hal implementasi, peraturan daerah yang akan disahkan nantinya harus mencakup area-area yang berisiko tinggi terhadap penyebaran HIV/AIDS, seperti lokalisasi dan Tempat Hiburan Malam (THM), sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih maksimal,” imbuh Novel.

Selain melakukan studi banding, tim Pansus juga berkoordinasi dengan Bagian Hukum Provinsi Kalimantan Timur untuk melakukan fasilitasi. Dalam proses ini, beberapa penyesuaian redaksional dilakukan agar Raperda selaras dengan peraturan yang lebih tinggi, termasuk Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2022 tentang Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS.

Setelah melalui serangkaian pembahasan dan kajian hukum, Raperda ini akan dilanjutkan ke tahap evaluasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Diharapkan pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan berbagai pihak dalam implementasi Perda ini.

“Kiranya peraturan daerah ini bisa menjadi landasan hukum yang fungsional bagi pemerintahan daerah untuk melindungi segenap warganya demi kesehatan masyarakat Kutai Timur, menuju Kutai Timur Hebat Indonesia Emas,” pungkasnya. (*/MMP)

1.3kDibaca

Berita Terkait

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta, 3.640 Rumah MBR Berdiri di Kutai Timur
Cegah Risiko Akses Darurat, Perkim Kutai Timur Minta Jalan Perumahan Subsidi Lebih dari 3 Meter
Lindungi Hak Warga, Perkim Kutai Timur Pastikan Perumahan Subsidi Wajib Sediakan 35 Persen Lahan PSU
Solusi Konkret, Pemkab Kutai Timur Sasar Penanganan PSU Perumahan Terbengkalai
Cegah Masalah di Kemudian Hari, Perkim Kutai Timur Minta Warga Selektif Beli Rumah
34 Perumahan Terdaftar di Kutai Timur, 11 Telah Jalani Serah Terima Pertama PSU
Dishub Kutai Timur Mulai Matangkan Operasional Pelabuhan Kenyamukan
Dishub Kutai Timur Petakan Potensi Parkir, Penetapan Lokasi Resmi Disiapkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:14 WITA

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta, 3.640 Rumah MBR Berdiri di Kutai Timur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:06 WITA

Cegah Risiko Akses Darurat, Perkim Kutai Timur Minta Jalan Perumahan Subsidi Lebih dari 3 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:18 WITA

Lindungi Hak Warga, Perkim Kutai Timur Pastikan Perumahan Subsidi Wajib Sediakan 35 Persen Lahan PSU

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:14 WITA

Solusi Konkret, Pemkab Kutai Timur Sasar Penanganan PSU Perumahan Terbengkalai

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:09 WITA

34 Perumahan Terdaftar di Kutai Timur, 11 Telah Jalani Serah Terima Pertama PSU

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta, 3.640 Rumah MBR Berdiri di Kutai Timur

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:14 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Perketat Pengawasan, Pemkab Kutai Timur Susun Perbup Sanksi Pengembang Perumahan

Senin, 5 Okt 2026 - 08:26 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Solusi Konkret, Pemkab Kutai Timur Sasar Penanganan PSU Perumahan Terbengkalai

Minggu, 4 Okt 2026 - 09:14 WITA