Gelar Reses, Pandi Widiarto Respon Keluhan Warga Tentang Drainase dan Pemerataan Pembangunan

Senin, 17 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Warga RT 64, Jalan H. Masdar, Kecamatan Sangatta Utara, mengeluhkan kondisi drainase dan ketimpangan pembangunan di wilayah mereka. Keluhan ini disampaikan dalam pertemuan reses bersama anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Pandi Widiarto, pada Senin, 17 Maret 2025.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa meskipun jalan di daerah mereka telah diperbaiki dalam satu tahun terakhir, masalah drainase masih menjadi kendala utama, terutama saat musim hujan.

“Karena memang di bulan-bulan ini curah hujan dan musim cuaca tidak menentu, kadang hujan sampai dua hari. Ada salah satu gang yang terendam banjir. Artinya, memang perlu ada pengerukan atau penggalian drainase,” ujar warga.

Salah satu warga saat menyampaikan keluhan (*/MMP)

Selain drainase, Ia juga menyoroti kondisi 30 gang yang membentang dari Jalan Poros Inpres hingga Kanal 1, di mana beberapa gang masih belum tersentuh pembangunan meskipun telah dihuni oleh warga. Sementara itu, ada gang lain yang justru mendapat perhatian meskipun belum berpenghuni.

“Kami ingin tahu alasan di balik ketimpangan ini. Mohon ini dicatat dan jangan hanya sekadar reses. Jangan sampai nanti hanya dilaporkan bahwa reses sudah dilakukan, tapi hasilnya nihil. Kalau bisa, kami ingin melihat ada peningkatan, seperti pengerasan jalan, pengecoran atau pembangunan drainase,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Pandi Widiarto, menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan dan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah daerah, mengingat drainase merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.

“Karena kalau drainase dibiarkan nanti mempengaruhi lingkungan juga. Kita akan bantu untuk bisa diselesaikan permasalahan drainasenya,” ujar Pandi.

Selain itu, Pandi juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerataan pemukiman di wilayah Sangatta Utara. Ia berharap masyarakat tidak hanya bertumpu di poros utama, seperti Jalan Yos Sudarso, tetapi juga bersedia bermukim di area lain agar pembangunan dapat tersebar lebih merata.

Baca Juga  DPRD Kutim Soroti Keterlambatan Pembangunan Jembatan Juk Ayak-Muara Pantun di Kecamatan Telen

“Kita akan dorong supaya gang-gang yang kurang bagus menjadi lebih baik, karena itu juga bagian dari upaya pemerataan pembangunan. Kita akan maksimalkan,” pungkasnya. (*/MMP)

877Dibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru