Lom Plai Masuk Kurasi Nasional, Dispar Kutim Tekankan Pentingnya Dukungan Daerah

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pesta Adat & Budaya Wehea – Lom Plai kembali menjadi salah satu program unggulan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang masuk dalam proses kurasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, menyebut kegiatan budaya itu telah dua kali masuk kalender nasional dan kembali diusulkan untuk tahun mendatang.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Dispar Kutim), Akhmad Rifanie. (M2P/sangattaku)

Rifanie mengatakan, tahun ini terdapat empat event dari Kalimantan Timur yang lolos tahap kurasi awal Kemenparekraf, yaitu Pesta Adat & Budaya Wehea – Lom Plai, Borneo Culture Week 7.0, Erau Adat Kutai dan Balikpapan Fest. Keempat event tersebut juga tercantum dalam undangan resmi Kemenparekraf sebagai peserta tahapan wawancara usulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Secara nasional, Kemenparekraf mengkurasi lebih dari 300 event dari berbagai daerah dan hanya 110 yang akan ditetapkan masuk kalender nasional. Menurut Rifanie, kompetisi antar daerah sangat ketat karena penilaian mencakup konsep kegiatan, kesiapan panitia, kesinambungan pelaksanaan dan kekhasan budaya yang diangkat.

Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah menjadi salah satu aspek penting yang dilihat kementerian.
“Kementerian selalu melihat sejauh mana daerah peduli. Kalau daerah tidak menyokong pendanaan, ya sulit. Logikanya, kalau kita saja tidak dukung, kenapa harus dibantu pusat,” tegasnya.

Dinas Pariwisata Kutim, lanjut Rifanie, telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis, mulai dari penyusunan proposal, agenda kegiatan, materi visual, video promosi, hingga dokumen pendukung lainnya yang wajib diunggah dalam proses kurasi. Namun, keputusan akhir tetap berada pada kementerian.

Rifanie menilai dukungan anggaran dari pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir berperan penting sehingga Lom Plai konsisten masuk radar kurasi nasional. Ia berharap pengumuman pada Januari mendatang kembali menempatkan Pesta Adat & Budaya Wehea – Lom Plai sebagai salah satu event nasional.

Baca Juga  HUT ke-29 SMAN 1 Sangatta Utara, IKA HIPMA-KT Dorong Generasi Unggul dan Berkarakter

“Kalau sampai masuk lagi, itu keberuntungan sekaligus bukti kegiatan ini berkembang. Kita terus upayakan, meskipun anggaran tahun depan tidak sebesar sebelumnya,” ungkapnya.

Lom Plai juga disebut Rifanie sebagai ruang penting bagi pelestarian budaya Wehea sekaligus wadah bagi pelaku ekonomi kreatif lokal yang terlibat dalam pertunjukan, kriya, kuliner, hingga produksi konten. Karena itu, Dispar tetap menjadikan kegiatan adat ini sebagai prioritas meski menghadapi keterbatasan anggaran. (adv/Diskominfo Kutim)

1.1kDibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:21 WITA

Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur

Berita Terbaru

Pendidikan & Sosial Kebudayaan

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Rabu, 14 Okt 2026 - 08:45 WITA