Angka Anak Tidak Sekolah Tertinggi di Kaltim, Disdikbud Kutai Timur Luncurkan Program SITISEK

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara resmi meluncurkan Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (SITISEK) sebagai respons atas tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah tersebut. Berdasarkan data per Maret 2025 dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Kutim mencatat 13.411 anak yang tidak bersekolah, angka yang menempatkan daerah ini pada posisi tertinggi di Kalimantan Timur.

Peluncuran Program SITISEK oleh Dsdikbud Kutai Timur. (M2P/sangattaku)

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyatakan peluncuran SITISEK merupakan langkah strategis yang harus segera diambil untuk memastikan akses pendidikan yang merata dapat dijangkau oleh seluruh anak di Kutai Timur. Program ini didesain untuk menyelesaikan persoalan ATS secara sistematis dan membutuhkan dukungan kolaboratif dari semua pihak terkait, tidak hanya dari sektor pendidikan.

Dari total 13.411 data awal tersebut, komposisi ATS terdiri dari 9.945 anak yang belum pernah mengenyam bangku sekolah, 1.996 anak yang mengalami putus sekolah, dan 1.470 anak yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Data yang mencemaskan ini menjadi motor utama dibentuknya program lintas sektor SITISEK.

Melalui proses verifikasi awal yang ketat menggunakan metode by name by address (BNBA), Disdikbud berhasil mengurangi jumlah ATS sebanyak 2.872 anak. Ini berarti per tanggal peluncuran program, tersisa 10.539 anak yang masih belum mendapatkan layanan pendidikan formal. Mulyono menambahkan, masih ada 4.982 data lain yang kini menunggu proses pemadanan data bersama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebelum diajukan untuk penghapusan atau penanganan lebih lanjut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono. (M2P/sangattaku)

“Program SITISEK disusun untuk menjawab persoalan ATS secara sistematis dan kolaboratif. Penanganannya membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujar Mulyono saat peluncuran program yang digelar di Hotel Royal Victoria, Jumat (21/11/25) pagi. Ia menekankan bahwa keberhasilan menekan angka ATS tidak bisa hanya dibebankan kepada Disdikbud semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, hingga dunia usaha.

Baca Juga  Bupati Ardiansyah Sulaiman Resmikan RSUD Muara Bengkal, 4 Bantuan Mobil Ambulans Diserahkan

SITISEK dibentuk untuk mendukung visi pembangunan daerah “Kutai Timur Hebat 2045” dan sangat selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs/ Sustainable Development Goals) Nomor 4 yang fokus pada penyediaan pendidikan berkualitas. Melalui intervensi yang berkelanjutan dan terstruktur, Disdikbud Kutim menargetkan penurunan angka ATS secara signifikan, yaitu minimal 50 persen dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Target ambisius ini menuntut implementasi program yang masif, mulai dari verifikasi lapangan hingga kampanye motivasi bagi keluarga dan anak yang berisiko tidak sekolah. (adv/Diskominfo Kutim)

1.0kDibaca

Berita Terkait

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga
Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik
Kondisi Udara Masih Fluktuatif, Bupati Kutai Timur Minta PJJ Dievaluasi
Bupati Ardiansyah Ajak Masyarakat Manfaatkan Pameran Buku Out of the Books
GPMB Kutai Timur Dilantik, Dorong Penguatan Budaya Minat Baca
IDI Kutim Gelar Pelatihan BHD di SMA Negeri 2 Sangatta, Siswa Praktik Resusitasi Jantung Paru

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:18 WITA

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:57 WITA

Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik

Sabtu, 26 September 2026 - 12:34 WITA

Kondisi Udara Masih Fluktuatif, Bupati Kutai Timur Minta PJJ Dievaluasi

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA