Dukung Usaha Kecil, Festival Pesona Budaya Kutai Timur 2025 Sediakan Ruang Promosi untuk UMKM

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Selain menjadi wadah ekspresi seni dan pelestarian sejarah, Festival Pesona Budaya Kutai Timur (FPBKt) 2025 juga difokuskan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah. Dalam perhelatan yang dibuka pada Jumat (21/11/2025) di Sangatta ini, penyelenggara menyediakan ruang promosi yang luas bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Disdikbud Kutai Timur menilai bahwa sektor UMKM merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari ekosistem kebudayaan, sekaligus menjadi penggerak vital dalam pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Kehadiran tenda-tenda UMKM yang menjajakan makanan, kerajinan, dan produk kreatif masyarakat setempat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival.

Depan: Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi (kiri), Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Padliansyah. (sangattaku/ist)

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menekankan pentingnya festival budaya dalam mendorong tumbuhnya UMKM. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tidak boleh hanya bertumpu pada industri besar saja, yang seringkali bersifat ekstraktif, tetapi harus ditopang pula oleh pelaku usaha kecil yang mandiri.

“Pelaku usaha kecil ini perlu terus mendapatkan ruang promosi dan pembinaan yang berkelanjutan. Festival seperti ini adalah cara konkret kita memberikan panggung bagi mereka,” jelas Mahyunadi. Ia menambahkan bahwa setiap transaksi yang terjadi di tenda-tenda UMKM secara langsung berkontribusi pada perputaran roda ekonomi masyarakat kelas bawah.

Padliyansyah, Kabid Kebudayaan Disdikbud, menambahkan bahwa sinergi antara kebudayaan dan ekonomi kreatif adalah kunci. Seni pertunjukan menarik pengunjung, dan pengunjung tersebut kemudian berinteraksi dengan produk UMKM, menciptakan rantai nilai yang saling menguntungkan.

Dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif, pemerintah daerah melihat potensi besar pada produk-produk berbasis budaya lokal. Mulai dari makanan tradisional, suvenir, hingga kerajinan tangan yang terinspirasi dari warisan Kutai Timur, semuanya mendapatkan kesempatan untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan dan pendatang.

Baca Juga  Pemkab Kutim Ungkap Laporan Keuangan 2024, Realisasi Pendapatan Capai Rp10,44 Triliun

Dengan berlangsungnya FPBKt selama tiga hari, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam omzet penjualan UMKM. Masyarakat diimbau untuk tidak hanya menikmati pertunjukan seni dan pameran sejarah, tetapi juga secara aktif mendukung pelaku usaha lokal dengan membeli produk-produk yang mereka tawarkan.

Komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas festival, termasuk penyediaan penghargaan bagi peserta, juga diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi seniman, tetapi juga bagi UMKM. Penghargaan dan pengakuan tersebut dapat meningkatkan moral dan standar kualitas produk yang dihasilkan, sehingga UMKM Kutai Timur mampu bersaing lebih jauh di pasar regional maupun nasional. (adv/Diskominfo Kutim)

860Dibaca

Berita Terkait

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru