
SANGATTAKU – Penyelenggaraan Open Tournament Futsal Bupati Cup Kutai Timur 2025 bukan sekadar ajang rutin, melainkan bagian integral dari strategi besar daerah dalam mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menargetkan peningkatan signifikan dalam perolehan medali pada ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pengalaman bertanding yang didapatkan atlet daerah melalui berbagai event lokal, termasuk Bupati Cup, merupakan modal krusial. Pengalaman ini penting untuk mematangkan mental dan strategi atlet sebelum bertarung di Porprov yang akan diselenggarakan di Kabupaten Paser.

Dalam pidato penutupan turnamen di GOR Kudungga Sangatta, Bupati secara eksplisit menetapkan target ambisius bagi kontingen Kutai Timur. Target ini didasarkan pada keinginan untuk melampaui capaian Porprov sebelumnya, yang menunjukkan perlunya peningkatan kualitas dan intensitas kompetisi.
“Kalau pada Porprov sebelumnya kita berada di peringkat kelima, mudah-mudahan tahun depan bisa naik, paling tidak masuk tiga besar,” ujarnya, optimistis. Pernyataan ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh insan olahraga di Kutai Timur, khususnya para atlet futsal yang diharapkan menjadi salah satu penyumbang medali penting.
Untuk mencapai target tersebut, Bupati menekankan bahwa event-event lokal seperti Futsal Bupati Cup 2025 dianggap perlu untuk memperkuat kesiapan mental dan teknis atlet. Format open tournament yang memungkinkan hadirnya pemain profesional diharapkan menjadi simulasi kompetisi tingkat tinggi yang bermanfaat bagi peningkatan daya saing atlet daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendorong penyelenggaraan kegiatan olahraga yang tidak hanya berfokus pada prestasi cabang tertentu, tetapi juga membuka ruang pembinaan yang luas. Inisiatif ini mencakup pembinaan yang terstruktur bagi atlet di bawah naungan KONI maupun organisasi rekreasi olahraga di bawah KORMI.
Setiap pertandingan yang digelar dalam turnamen, menurut Bupati Ardiansyah, memberikan gambaran yang jelas tentang kualitas permainan yang harus dicapai. Dengan mengetahui titik kelemahan dan keunggulan melalui kompetisi, atlet Kutai Timur diharapkan dapat mempersiapkan diri secara lebih matang untuk bersaing dengan daerah lain pada Porprov 2026. Target tiga besar adalah langkah strategis untuk menunjukkan kemajuan pembinaan olahraga di Kutai Timur. (adv/Diskominfo Kutim)




















