
SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah memfokuskan pengembangan beberapa destinasi unggulan untuk merespons lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Teluk Lombok, yang direncanakan mulai dikembangkan secara intensif pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Nurullah, mengungkapkan bahwa pengembangan Teluk Lombok akan dilaksanakan melalui kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Kementerian Pariwisata. Fokus pengembangan destinasi ini sejalan dengan status Kutai Timur yang diproyeksikan masuk dalam kawasan strategis pembangunan pariwisata nasional.
Selain Teluk Lombok, beberapa destinasi prioritas lain yang turut disoroti dalam agenda pengembangan pariwisata daerah termasuk Teluk Prancis dan Sanggora. Dengan total lebih dari 200 destinasi, di mana 174 objek telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati, upaya promosi yang berkesinambungan dinilai vital agar destinasi-destinasi tersebut semakin dikenal luas.
Nurullah juga menyoroti adanya daya tarik wisata bahari baru yang mulai mencuri perhatian di perairan Kutai Timur, yaitu keberadaan hiu tutul. Nurullah bahkan membagikan pengalamannya pribadi saat bertemu dan berenang bersama hiu tutul di wilayah perairan tersebut.
Potensi hiu tutul sebagai atraksi wisata bahari baru ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kutai Timur sebagai destinasi unggulan, terutama di segmen wisata bahari. Hal ini semakin menambah alasan wisatawan nusantara melirik Kutai Timur, terutama setelah angka kunjungan melonjak hingga mendekati 400 ribu pada paruh pertama tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan sebesar 300 persen pada 2024 menunjukkan bahwa Kutai Timur sudah semakin dilirik. Namun, peningkatan ini perlu diimbangi dengan kesiapan destinasi yang dikelola secara profesional dan modern. Oleh karena itu, pengembangan destinasi prioritas seperti Teluk Lombok menjadi kunci untuk menampung dan memberikan pengalaman berkualitas bagi wisatawan.
Pengembangan pariwisata di Kutai Timur juga didukung melalui peningkatan kapasitas SDM lokal. Melalui Pelatihan Promosi Berbasis Digital yang bekerja sama dengan pemuda-pemudi Sulawesi Timur, diharapkan masyarakat lokal mampu mempromosikan destinasi prioritas ini secara efektif menggunakan platform digital.
Nurullah mendorong agar generasi muda terus menggali potensi diri di bidang promosi digital dan konten kreatif. Hal ini penting karena Kutai Timur sedang berupaya agar masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton, dalam perkembangan sektor pariwisata yang peluang kerjanya sangat besar. (adv/Diskominfo Kutim)




















