Tinggalkan Fokus Kesehatan Saja, DPMDes Kutim Dorong Posyandu Penuhi 6 SPM

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah melakukan gebrakan signifikan dalam sistem pelayanan publik di tingkat desa. Posyandu, yang selama ini dikenal sebagai layanan spesifik kesehatan ibu dan anak, kini didorong untuk bertransformasi menjadi pusat layanan masyarakat yang lebih komprehensif, mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) wajib.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Timur, Muhammad Basuni. (bl/sangattaku)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Timur, Muhammad Basuni. (bl/sangattaku)

Transformasi fungsi Posyandu ini dipimpin oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutim, yang melihat adanya kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan layanan dasar di tingkat akar rumput. Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa setiap warga di desa dan RT dapat mengakses berbagai layanan dasar secara terpadu melalui satu pintu.

Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, menjelaskan bahwa perubahan mendasar ini dilakukan karena cakupan pelayanan Posyandu sebelumnya dinilai masih terbatas. Fokus eksklusif pada sektor kesehatan menghambat pemenuhan kebutuhan dasar warga lainnya.

“Selama ini Posyandu hanya bergerak di bidang kesehatan, sehingga cakupan pelayanan dinilai masih terbatas,” ujar Basuni, saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Basuni memaparkan, dengan adanya kebijakan baru ini, Posyandu kini dituntut untuk mencakup empat sektor utama pelayanan dasar, ditambah dua SPM tambahan. Sektor-sektor ini mencakup aspek-aspek esensial kehidupan masyarakat yang harus dijamin ketersediaannya oleh pemerintah daerah.

“Ada empat sektor utama pelayanan dasar yang harus terpenuhi yakni kesehatan, keamanan, perumahan rakyat, dan infrastruktur dasar, serta dua SPM tambahan lainnya,” ungkapnya.

Perluasan cakupan ini mengubah Posyandu menjadi fasilitas multifungsi. Sebagai contoh, di bidang kesehatan, pelayanan tetap berjalan, tetapi kini diperluas dengan aspek keamanan lingkungan, yang mencakup penyuluhan dan pencegahan tindak kriminal di lingkungan RT.

Di sektor perumahan rakyat, Posyandu terpadu akan berperan dalam pendataan kondisi rumah warga. Hal ini memungkinkan pemerintah desa memiliki data akurat mengenai kebutuhan rehabilitasi atau intervensi lainnya terkait hunian layak huni. Sementara itu, di bidang infrastruktur dasar, Posyandu akan ikut memantau akses penting seperti air bersih dan sanitasi di wilayahnya.

Baca Juga  DPRD Kutai Timur Imbau OPD Kurangi Perjalanan Dinas Luar untuk Optimalkan APBD-P 2023

Basuni menekankan bahwa penguatan enam SPM ini memiliki jangkauan yang sangat luas dan mendalam di masyarakat. Ini bukan hanya masalah peningkatan kualitas hidup, tetapi juga upaya mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.

“Penguatan enam SPM ini penting, mulai dari penyuluhan kesehatan, keamanan lingkungan, pendataan kondisi rumah warga, hingga pemantauan infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan sanitasi,” tutup Basuni.

Saat ini, DPMDes Kutim sedang memfokuskan upaya sosialisasi dan pendampingan di seluruh desa agar mereka siap menerapkan model Posyandu terpadu ini. Model ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengatasi berbagai tantangan pelayanan dasar yang sebelumnya tersebar di berbagai unit kerja. (adv/Diskominfo Kutim)

585Dibaca

Berita Terkait

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN
Apresiasi Kepala DPPKB, Sudirman Latif Nilai Pola Kepemimpinan Kolaboratif Jadi Terobosan Strategis Atasi Stunting di Kutai Timur
Kepala DPPKB Kutim Tegaskan, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Kutai Timur Tekan Stunting
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Rp5,73 Triliun, Target PAD Hanya Sekitar 7,6 persen
Kunjungan Wisatawan Kutai Timur Melonjak 300 Persen, Hampir Sentuh 400 Ribu Orang di Semester Pertama 2025
Dispar Kutim Gelar Pelatihan Promosi Digital, Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 20:04 WITA

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN

Rabu, 26 November 2025 - 15:07 WITA

Apresiasi Kepala DPPKB, Sudirman Latif Nilai Pola Kepemimpinan Kolaboratif Jadi Terobosan Strategis Atasi Stunting di Kutai Timur

Rabu, 26 November 2025 - 14:23 WITA

Kepala DPPKB Kutim Tegaskan, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Kutai Timur Tekan Stunting

Selasa, 25 November 2025 - 08:41 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun

Selasa, 25 November 2025 - 08:21 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN

Jumat, 28 Nov 2025 - 20:04 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun

Selasa, 25 Nov 2025 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya

Selasa, 25 Nov 2025 - 08:21 WITA