Basuni Minta BPD Berperan Aktif dan Fokus Pengawasan Sejak Perencanaan, Bukan ‘Blow-up’ Kasus

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur menyoroti secara tajam peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam tata kelola pemerintahan desa. DPMDes menilai bahwa banyak anggota BPD yang cenderung fokus mencari kesalahan Kepala Desa (Kades) dan kemudian mem-blow-up kasus tersebut, alih-alih melakukan pengawasan preventif sejak awal.

Kepala DPMDes Kutim, Basuni, menekankan bahwa fungsi BPD seharusnya adalah memberikan peran aktif mulai dari tahap perencanaan anggaran hingga pelaksanaan program pembangunan di desa. Hubungan antara BPD dan pemerintah desa seharusnya bersifat kemitraan yang konstruktif, serupa dengan hubungan antara pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Timur (DPMDes Kutim), Muhammad Basuni. (bl/sangattaku)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Timur (DPMDes Kutim), Muhammad Basuni. (bl/sangattaku)

“Saya berharap BPD memberi peran aktif mulai dari perencanaan sampai pengawasan. Hubungannya dengan pemerintah desa itu seperti hubungan pemerintah daerah dengan DPR. Bukan mencari kesalahan kepala desa terus di-blow-up,” katanya dengan tegas.

Basuni mempertanyakan efektivitas pengawasan yang telah dilakukan oleh BPD selama ini. Menurutnya, jika BPD menjalankan fungsinya dengan maksimal dan benar sejak dini, seharusnya banyak potensi masalah yang dapat dicegah atau diselesaikan sebelum isu tersebut membesar dan menjadi perhatian publik.

Kecenderungan BPD untuk langsung mempublikasikan atau memviralkan masalah kades sering kali terjadi meskipun mereka sendiri terlibat aktif dalam sistem pemerintahan desa yang mereka awasi. Hal ini, menurut DPMDes, justru kontraproduktif terhadap upaya pembinaan dan penyelesaian masalah secara internal.

DPMDes terus mendorong peningkatan kapasitas BPD agar dapat menjalankan fungsi pengawasan secara proporsional dan profesional. Basuni menekankan bahwa fokus utama pengawasan harus diarahkan pada pencegahan penyimpangan dan perbaikan tata kelola, bukan sekadar mencari celah untuk ‘menjatuhkan’ kades.

Baca Juga  Jimmy Tekankan, Program Multiyears 2023 Harus Terwujud Agar Bisa Dinikmati Masyarakat

Selain itu, Basuni mencatat adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan desa, yang dinilai bagus. Laporan yang masuk ke pemerintah daerah terkait dugaan penyimpangan di desa menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi. Namun, DPMDes mengingatkan bahwa laporan tersebut harus tetap melalui prosedur yang benar, sehingga BPD dapat menjadi mitra masyarakat dalam menjembatani keluhan menuju penyelesaian yang prosedural, bukan sekadar pelengkap dalam proses viralitas.

Dorongan transparansi melalui sistem informasi desa digital juga diharapkan dapat membantu BPD melaksanakan tugas pengawasan dengan data yang lebih akurat dan terbuka. Saat ini, terdapat sekitar 40 desa yang telah memiliki sistem informasi desa digital, namun Basuni menegaskan bahwa pengawasan yang baik dari BPD adalah kunci utama untuk memastikan dana desa dikelola dengan tepat sasaran, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban di akhir tahun anggaran. (adv/Diskominfo Kutim)

741Dibaca

Berita Terkait

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus
Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur
Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen
Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar
BPBD Kutai Timur Ingatkan Titik Hotspot Tak Bisa Langsung Disebut Karhutla
Cegah Karhutla, PT Dewata Sawit Nusantara Perkuat Patroli Bersama Masyarakat dan Aparat Keamanan
Pengembang Diminta Segera Serahkan Aset PSU, Agar Perbaikan Infrastruktur Perumahan Bisa Dilakukan
Pemkab Kutim Fokus Susun FS Jembatan Timbang, Tiga Lokasi Dinilai Layak

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WITA

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 September 2026 - 09:21 WITA

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 September 2026 - 09:11 WITA

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 08:44 WITA

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Selasa, 15 September 2026 - 20:33 WITA

Cegah Karhutla, PT Dewata Sawit Nusantara Perkuat Patroli Bersama Masyarakat dan Aparat Keamanan

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:48 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:11 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:44 WITA