Anak-Anak Terpaksa Bekerja Demi Ekonomi, Ketua DPRD Kutai Timur Dorong SKPD Cari Solusi

Senin, 30 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Joni, meminta agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendalami keluhan dan persoalan yang melibatkan anak-anak di Kutim, terutama yang berkaitan dengan masalah ekonomi. Permintaan ini diungkapkan Joni dalam respons terhadap pernyataan salah satu peserta sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Sangatta Selatan pada Senin, 30 Oktober 2023.

Saat sesi tanya jawab, terungkap bahwa ada anak-anak yang terpaksa bekerja karena persoalan ekonomi. Joni menegaskan pentingnya tindakan dari dinas terkait dalam menyelesaikan masalah ini. Jika alasan anak-anak bekerja adalah masalah ekonomi, Dinas Sosial dapat berperan dalam membina dan membantu anak-anak tersebut agar mereka dapat melanjutkan pendidikan mereka, daripada bekerja sebagai pencari nafkah keluarga.

Joni menjelaskan, “Jika ada anak yang bekerja karena masalah ekonomi, kita harus memahami kondisinya dengan lebih rinci. Oleh karena itu, tugas SKPD adalah untuk mengunjungi, mendata, dan mencari solusi untuk masalah ini.”

Walaupun Joni tidak memberikan rincian tentang jenis bantuan yang dapat diberikan kepada anak-anak yang terpaksa bekerja karena masalah ekonomi, ia menyatakan bahwa SKPD yang relevan adalah yang akan mencari solusi. Jika diperlukan bantuan keuangan, SKPD dapat menganggarkan dana yang dibutuhkan. Dalam situasi saat ini, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur yang mencukupi, anggaran dapat disediakan. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya anak-anak yang terlantar karena kesulitan ekonomi.

Dengan langkah-langkah ini, DPRD Kutai Timur berupaya memberikan perlindungan dan dukungan yang lebih baik bagi anak-anak dalam upaya menjaga kesejahteraan dan pendidikan mereka. Upaya ini mencerminkan komitmen serius dalam menjaga hak-hak anak dan memastikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Kutai Timur. (AD01/Sek-DPRD)

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Berita Terbaru