Menuju Kutim Hebat 2045, Akbar Tanjung Dorong Akselerasi Pemenuhan Infrastruktur Dasar

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) menjadi dokumen krusial bagi pembangunan suatu daerah. RPJPD merupakan pedoman bagi pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan jangka panjang untuk mewujudkan visi dan misi daerah. Di Kutai Timur, RPJPD 2025-2045 telah memasuki tahapan-tahapan penting, sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah untuk menetapkan arah pembangunan dalam 20 tahun ke depan.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis 20 November 2024, Akbar Tanjung, Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyoroti beberapa hal penting terkait RPJPD Kutai Timur 2025-2045. Ia menjelaskan secara garis besar visi Kutai Timur pada tahun 2045 adalah menjadi pusat hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Akbar Tanjung. (MK/sgtk)

“Untuk 20 tahun ke depan itu kita sudah ada pembahasan, misalnya pada visi kita Kutai Timur itu pada tahun 2045 itu untuk menjadi pusat hilirisasi sumber daya alam yang maju, inklusif dan berkelanjutan,” ujar Akbar Tanjung.

Tujuan utama dari visi tersebut adalah agar Kutai Timur tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan. Hilirisasi sumber daya alam, terutama di sektor perkebunan, diharapkan dapat dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Akbar Tanjung menegaskan bahwa pencapaian visi tersebut tidak harus menunggu hingga tahun 2045.

“Dan ini, menurut saya tadi dalam pembahasan kita ini tidak mesti harus kemudian tercapainya pada tahun 2045, lebih cepat lebih baik, kan seperti itu,” harap Akbar.

“Tapi ya harapan kita untuk menuju Kutim Hebatnya itu di 2045,” imbuhnya.

Meskipun optimis dengan visi RPJPD, Akbar Tanjung juga menyoroti beberapa hal yang dirasa masih belum memadai. Salah satunya adalah pemenuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat, seperti jalan di dalam desa, air bersih, dan listrik.

Baca Juga  Jimmi Harapkan Insentif Fiskal Pusat Fokus Pada Kemiskinan Ekstrem di Kutim

“Harapannya dengan maju, inklusif, berkelanjutan itu, dengan makna inklusif itu adil merata. Misalnya kita bicara salah satu infrastruktur dasar yang harus misalnya kita penuhi pada di tengah masyarakat kita, misalnya jalan di dalam desa, kemudian air bersih, listrik, ini kan masih ada sekitar kurang lebih saya lihat itu persentasenya 30 persen,” jelas Akbar Tanjung.

Akbar Tanjung yang kini juga duduk sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kutai Timur, berkomitmen memperjuangkan agar pemenuhan infrastruktur dasar bagi desa-desa yang belum terjangkau dapat diprioritaskan dalam pembahasan anggaran mendatang. Ia menekankan pentingnya jalan di dalam desa karena menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Jadi itu untuk isinya, untuk RPJPD kita sampai 2045. Nah nanti akan kita pertajam lagi itu di RPJMD untuk 5 tahunannya, nah itu belum, nanti kita akan pertanyakan, ini kan bicara RPJPD-nya dulu,” tutupnya. (AD01/ DPRD)

1.2kDibaca

Berita Terkait

Dinkes Kutai Timur Dampingi 30 Pelaku UMKM Urus NIB dan SPP-IRT
BPJS Kesehatan Keluarkan Lebih dari Rp100 Triliun untuk Biaya Penyakit Jantung
Status Lahan Jadi Catatan Penting, Dishub Kutim Matangkan Rencana Pembangunan Jembatan Timbang
Pemkab Kutim Fokus Susun FS Jembatan Timbang, Tiga Lokasi Dinilai Layak
Kondisi Udara Masih Fluktuatif, Bupati Kutai Timur Minta PJJ Dievaluasi
Retribusi Pasar Sangatta Utara Capai Rp783 Juta, Pembenahan Fasilitas Berlanjut
Bupati Ardiansyah Ajak Masyarakat Manfaatkan Pameran Buku Out of the Books
Aktivitas Pasar Induk Sangatta Utara Menurun, Pembeli Berkurang 50-60 Persen

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:24 WITA

Dinkes Kutai Timur Dampingi 30 Pelaku UMKM Urus NIB dan SPP-IRT

Rabu, 30 September 2026 - 11:16 WITA

BPJS Kesehatan Keluarkan Lebih dari Rp100 Triliun untuk Biaya Penyakit Jantung

Minggu, 27 September 2026 - 16:14 WITA

Status Lahan Jadi Catatan Penting, Dishub Kutim Matangkan Rencana Pembangunan Jembatan Timbang

Minggu, 27 September 2026 - 14:49 WITA

Pemkab Kutim Fokus Susun FS Jembatan Timbang, Tiga Lokasi Dinilai Layak

Sabtu, 26 September 2026 - 12:34 WITA

Kondisi Udara Masih Fluktuatif, Bupati Kutai Timur Minta PJJ Dievaluasi

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta, 3.640 Rumah MBR Berdiri di Kutai Timur

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:14 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Perketat Pengawasan, Pemkab Kutai Timur Susun Perbup Sanksi Pengembang Perumahan

Senin, 5 Okt 2026 - 08:26 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Solusi Konkret, Pemkab Kutai Timur Sasar Penanganan PSU Perumahan Terbengkalai

Minggu, 4 Okt 2026 - 09:14 WITA