Menjaga Hak Pekerja dan Peran Pemerintah dalam Perlindungan Buruh

Kamis, 1 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Setiap tanggal 1 Mei, Indonesia memperingati Hari Buruh Nasional, yang bukan hanya sekadar pergantian bulan tetapi juga merupakan momentum yang mengingatkan kembali pada perjuangan para buruh di seluruh dunia. Hari Buruh, atau yang lebih dikenal dengan May Day, telah menjadi simbol penting perjuangan untuk pengakuan hak-hak pekerja. Peringatan ini mengingatkan kita akan upaya kolektif yang dilakukan oleh para buruh selama lebih dari satu abad untuk mendapatkan perlindungan hak-hak mereka, baik itu dalam hal upah, kondisi kerja, jaminan sosial maupun hak atas perlindungan yang layak dalam lingkungan kerja.

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang tersebut mengatur berbagai hal terkait hubungan kerja, hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha, perlindungan tenaga kerja, serta penyelesaian perselisihan. Undang-undang ini bertujuan untuk memastikan adanya keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha dengan memberikan hak-hak dasar yang jelas bagi tenaga kerja.

Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Akhmad Sulaeman (MMP)

Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Akhmad Sulaeman, S.Pd.I., turut memberikan perhatian dalam peringatan Hari Buruh Nasional pada tahun 2025 ini. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh buruh di Indonesia, berharap agar hak-hak mereka tetap terjaga dan dipenuhi oleh pihak perusahaan serta pemerintah.

Lebih lanjut, Sulaeman menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melindungi hak-hak pekerja. Ia merujuk pada amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 27, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Menurutnya, pemenuhan hak-hak buruh merupakan tanggung jawab bersama, baik dari pihak pengusaha maupun pemerintah.

“Dengan menjaga hak-hak buruh, kita dapat meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh terhadap tenaga-tenaga kerja kita dan menciptakan kehidupan yang layak bagi semua,” ungkapnya.

Baca Juga  Diskop UKM Kutai Timur Gelar Pelatihan Aplikasi Akuntansi untuk Modernisasi Koperasi

Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa keberlanjutan pembangunan ekonomi tidak terlepas dari keberpihakan terhadap kesejahteraan pekerja, yang menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai kemajuan sosial dan ekonomi yang adil. (rls/MMP)

860Dibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Tindak Lanjut Arahan Pusat, Kutai Timur Konsolidasikan Pengamanan dan Kesiapsiagaan Jelang Nataru
Ardiansyah Sulaiman Tegaskan, Pekerjaan Infrastruktur di Benua Baru Hanya Penambahan Kegiatan, Bukan Proyek Multiyears

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru