Gebyar Expo 2025 di Kutai Timur: Koperasi Ditegaskan sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

Minggu, 29 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya dalam menjadikan koperasi sebagai fondasi utama perekonomian rakyat. Hal ini ditegaskan dalam pembukaan Gebyar Expo 2025 yang berlangsung pada Sabtu malam, 28 Juni 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi barometer pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan meningkatnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kutai Timur.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa kegiatan ini awalnya direncanakan bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli. Namun jadwalnya dimajukan untuk menghindari bentrok dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Kalimantan Timur, di mana Kutai Timur ditunjuk sebagai tuan rumah.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan. (mk/ sangattaku)

“Nah, oleh karena itu, kita sepakat untuk memajukan pelaksanaan Gebyar ini mulai hari ini. Padahal sebelumnya, kita sempat merencanakan acara ini dilakukan pada bulan Mei. Namun setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk efisiensi, akhirnya kita putuskan untuk memajukannya,” ujarnya.

Ardiansyah juga menekankan pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia telah mengarahkan agar dibentuk Koperasi Merah Putih Desa di setiap desa.

“Tahun depan, koperasi desa ini diharapkan sudah bisa ikut serta dalam Gebyar Koperasi. Bayangkan bila mereka berhasil, dampaknya sangat besar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir, UMKM di Kutai Timur menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa di antaranya bahkan telah berhasil menembus pasar internasional seperti Belgia, Australia, Cina dan Singapura.

“Dalam waktu dekat, produk Amplang Batubara juga direncanakan akan diekspor ke Malaysia,” jelasnya.

Meski tidak menyebut angka pasti, Bupati menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kutai Timur pada tahun 2024 mencapai “sekitar 9 koma sekian persen” (data BPS Kutai Timur 9,82%). Namun ia menekankan bahwa pemerataan hasil pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tetap menjadi fokus utama pemerintah.

Baca Juga  Irpan Taka, Pusaka Nyatakan Sikap Senada Dengan DAD

“Kuncinya adalah menumbuhkan pelaku-pelaku ekonomi kerakyatan,” tutupnya.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur, Teguh Budi Santoso, memaparkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 93 UMKM yang terdiri dari 56 UMKM binaan dinas dan 38 partisipan umum, serta melibatkan 34 koperasi. Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi.

Ia juga menyoroti pentingnya mendorong UMKM untuk memenuhi standar perdagangan dan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kegiatan business matching. Salah satu hasil nyatanya adalah kesiapan ekspor produk Amplang Batubara ke Malaysia.

Acara juga dimeriahkan oleh hiburan musik dan kehadiran artis nasional. Total anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Tenant UMKM binaan dinas mendapatkan fasilitas secara gratis, sementara partisipan umum dikenai biaya.

Dengan mengusung tema “Modernisasi dan Digitalisasi Koperasi,” Gebyar Expo 2025 menjadi langkah nyata untuk mendorong koperasi dan UMKM agar mampu beradaptasi di era digital serta menjangkau pasar yang lebih luas. (MMP)

1.2kDibaca

Berita Terkait

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan
Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi Raih Peringkat 2 Nasional PKN II, Gagas Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Senin, 1 Desember 2025 - 17:11 WITA

Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang

Berita Terbaru