66 RT di Sangatta Utara Rampungkan RAB BKK Desa, Program Kesehatan Ikut Diperkuat

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Sebanyak 66 RT di Sangatta Utara telah merampungkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa. Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, mengatakan seluruh berkas kini menunggu penyelesaian perubahan anggaran sebelum dana disalurkan.

Untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana, pemerintah desa menurunkan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) sebagai pendamping di lapangan.
“Tugas kami mencairkan dan melaksanakan kegiatan sesuai RAB masing-masing RT,” ujarnya, Rabu (19/11/25).

Setiap RT wajib menggelar rapat warga yang disertai daftar hadir dan berita acara sebelum mengajukan usulan. Usulan kemudian diverifikasi pemerintah desa agar tidak tumpang tindih dengan program lain.

“RT harus membuat pernyataan bahwa kegiatan belum pernah diajukan di tingkat lain. Ini untuk memastikan tidak ada duplikasi,” kata Mulyanti.

Dari seluruh usulan, mayoritas difokuskan pada infrastruktur dan penguatan UMKM.

Ia mengakui keterbatasan SDM perangkat desa menjadi tantangan terbesar. Namun sejumlah dampak awal mulai terlihat, seperti pemasangan penerangan jalan, CCTV, pembersihan parit, serta kegiatan pemberdayaan warga melalui Dasawisma dan TOGA.

Pemerintah desa juga tengah mempersiapkan pembebasan lahan untuk pembangunan sarana olahraga yang sudah tercantum dalam RPJMDes. Lokasi direncanakan berada di kawasan Ringroad arah Jalan Kenyamukan.

“Kami targetkan pembelian lahan bisa tahun ini atau tahun depan,” ungkapnya.

Selain program pembangunan, pemerintah Desa Sangatta Utara turut memperkuat sektor kesehatan melalui penanganan stunting. Program makanan tambahan selama tiga bulan bagi balita gizi buruk terus dijalankan oleh kader posyandu dan PKK.

Jumlah kasus stunting kini tercatat 79 balita, turun signifikan dari lebih 200 kasus pada awal 2025.

“Ini hasil pemantauan dan pemberian makanan tambahan setiap hari,” jelas Mulyanti.

Baca Juga  Peringati Hari Buruh, Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, Gelar Hearing Bersama Serikat Buruh

Pemerintah desa menargetkan tahun mendatang angka stunting bisa ditekan lebih rendah melalui penguatan edukasi gizi dan kegiatan posyandu. (adv/Diskominfo Kutim)

707Dibaca

Berita Terkait

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru