Ardiansyah Sulaiman Soroti Peran Anak Muda dan Pentingnya Pelestarian Sejarah Kutai Timur

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pelestarian budaya dan sejarah daerah perlu semakin melibatkan peran generasi muda. Hal itu ia sampaikan dalam sesi wawancara ketika membahas perkembangan kebudayaan di Kutai Timur.

Ardiansyah mengapresiasi munculnya kegiatan dan penghargaan budaya yang kini mulai digerakkan oleh kalangan muda. Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi sinyal positif untuk keberlanjutan identitas daerah. Ia menilai bahwa kreativitas anak muda tetap dapat berkembang meski teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotik semakin populer. Teknologi, menurutnya, bukan ancaman, melainkan peluang yang dapat memperluas ruang berkreasi.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat wawancara usai membuka Festival Magicland 2 Kutai Timur. (M2p/sangattaku)

“Jangan sampai kita ada AI itu menjadi sesuatu yang tidak bisa kita berkreasi. Ya, justru itu memberikan kesempatan kepada kita untuk berkreasi lebih maksimal lagi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah juga menyinggung kebutuhan ruang ekspresi bagi para seniman lokal. Ia menyebut bahwa penyiapan fasilitas dan pengelolaannya telah diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar dapat dirancang sesuai kebutuhan pelaku seni di daerah.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah memperkuat basis data sejarah Kutai Timur dengan merujuk pada sejumlah penelitian, termasuk yang dilakukan ilmuwan Prancis dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah tersebut berhubungan dengan kembali mengemukanya wacana pembangunan museum daerah sebagai pusat penyimpanan dan edukasi sejarah lokal.

Ardiansyah menilai keberadaan museum penting mengingat banyak artefak asli Kutai Timur yang kini berada di luar daerah. Ia berharap upaya pelestarian tersebut dapat mengembalikan nilai sejarah yang selama ini terpotong. Sementara untuk penentuan lokasinya, ia menyebut hal itu telah diserahkan sepenuhnya kepada Disdikbud untuk dikaji lebih lanjut.

Baca Juga  Progres Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Capai 92 Persen, Dishub Pastikan Selesai Tepat Waktu

Dengan sejumlah rencana tersebut, Ardiansyah menegaskan bahwa pelestarian sejarah dan budaya merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan Kutai Timur ke depan. (adv/Diskominfo Kutim)

1.1kDibaca

Berita Terkait

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga
Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik
Kondisi Udara Masih Fluktuatif, Bupati Kutai Timur Minta PJJ Dievaluasi
Bupati Ardiansyah Ajak Masyarakat Manfaatkan Pameran Buku Out of the Books
GPMB Kutai Timur Dilantik, Dorong Penguatan Budaya Minat Baca
IDI Kutim Gelar Pelatihan BHD di SMA Negeri 2 Sangatta, Siswa Praktik Resusitasi Jantung Paru

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:18 WITA

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:57 WITA

Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik

Sabtu, 26 September 2026 - 12:34 WITA

Kondisi Udara Masih Fluktuatif, Bupati Kutai Timur Minta PJJ Dievaluasi

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA