
SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengambil langkah proaktif untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Upaya ini diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Promosi Berbasis Digital yang berlangsung di Hotel Victoria Sangatta pada 24 hingga 26 November 2025.
Kegiatan pelatihan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan pemuda-pemudi Sulawesi Timur. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, Nurullah. Fokus utama pelatihan adalah membekali para peserta dengan kemampuan promosi digital yang mutakhir, sejalan dengan tuntutan pasar pariwisata saat ini.

Dalam sambutannya, Nurullah menekankan pentingnya peningkatan kemampuan masyarakat lokal, terutama generasi muda, agar dapat menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata. Hal ini didorong oleh pertumbuhan kunjungan wisatawan yang melonjak drastis, mendekati 400 ribu orang pada paruh pertama tahun 2025, dan posisi strategis Kutai Timur sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kutai Timur semakin dilirik wisatawan nusantara. Peningkatan ini harus diimbangi dengan kesiapan destinasi dan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Nurullah.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan faktor kunci agar warga lokal dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang tercipta dari pertumbuhan pariwisata. Status Kutai Timur yang masuk dalam kawasan strategis pembangunan pariwisata nasional 2024–2035 semakin membuka lebar peluang kerja di sektor ini.
“Kita harus menjadi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Peluang kerjanya sangat besar,” jelasnya. Menurutnya, dengan 174 objek yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati dari total lebih dari 200 destinasi, promosi yang efektif sangat dibutuhkan, dan hal ini dapat dimaksimalkan melalui konten digital.
Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk aktif menggali potensi diri di bidang konten kreatif dan pengembangan pariwisata. Kemampuan digital menjadi penting untuk memasarkan destinasi prioritas seperti Teluk Lombok, Teluk Prancis, dan Sanggora, serta daya tarik baru seperti wisata hiu tutul.
Nurullah menutup sambutannya dengan memberikan pesan motivasi kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa pelatihan ini hanyalah permulaan. Inisiatif dan pengembangan diri secara berkelanjutan adalah kunci kesuksesan para pelaku pariwisata muda. “Pelatihan ini hanyalah wadah. Pengembangan potensi ada pada diri masing-masing,” pungkasnya. Diharapkan pelatihan ini menjadi dorongan awal bagi generasi muda Kutai Timur untuk menjadi penggerak utama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.(adv/Diskominfo Kutim)




















