
SANGATTAKU – Kutai Timur menunjukkan pertumbuhan sektor pariwisata yang sangat pesat. Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kutai Timur dilaporkan melonjak drastis, mencapai hampir 400 ribu orang pada triwulan I dan II tahun 2025 saja.
Lonjakan ini melanjutkan tren positif yang terjadi sebelumnya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, Nurullah, menjelaskan bahwa pada tahun 2023, jumlah kunjungan tercatat sekitar 130 ribu wisatawan. Angka ini kemudian melonjak hingga 300 persen pada 2024, mendekati 450 ribu pengunjung.

Nurullah menekankan bahwa peningkatan signifikan ini harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). “Kutai Timur semakin dilirik wisatawan nusantara. Peningkatan ini harus diimbangi dengan kesiapan destinasi dan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Nurullah dalam sambutan pembukaan Pelatihan Promosi Berbasis Digital di Sangatta.
Sebagai daerah yang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Timur diproyeksikan masuk dalam kawasan strategis pembangunan pariwisata nasional yang berlangsung dari tahun 2024 hingga 2035. Proyeksi ini menjadikan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kutai Timur menjadi prioritas tinggi pemerintah daerah.
Kabupaten Kutai Timur sendiri diketahui memiliki potensi besar dengan lebih dari 200 destinasi wisata. Dari jumlah tersebut, 174 objek telah ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Bupati. Potensi yang besar dan posisi strategis IKN membuat kebutuhan promosi berkelanjutan menjadi krusial, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
Dalam upaya menghadapi proyeksi strategis IKN tersebut, pemerintah daerah mendorong peningkatan kemampuan masyarakat lokal agar dapat mengambil peran sentral. Peningkatan SDM dilakukan melalui berbagai pelatihan, salah satunya adalah Pelatihan Promosi Berbasis Digital yang digelar di Hotel Victoria Sangatta.
Nurullah menambahkan, pertumbuhan jumlah wisatawan yang masif ini menjadi indikator positif bagi perekonomian lokal. Namun, ia mengingatkan bahwa manfaat ekonomi tersebut harus dioptimalkan oleh warga setempat. Oleh karena itu, kemampuan mengelola dan mempromosikan destinasi secara digital menjadi sangat penting dalam menghadapi persaingan regional dan global. Ia berharap para peserta pelatihan, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan momentum ini sebagai peluang kerja yang sangat besar.
“Kita harus menjadi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Peluang kerjanya sangat besar,” jelasnya. Dengan demikian, Kabupaten Kutai Timur tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam proyeksi pembangunan pariwisata nasional 2024–2035. (adv/Diskominfo Kutim)




















